2013, BKKBN Jatim Garap Pasar Tradisional

2013, BKKBN Jatim Garap Pasar Tradisional

 

Setelah sukses menggarap Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran (Grebek Pasar) di Kabupaten Ponorogo, rencananya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim bakal menggarap beberapa pasar tradisional di Jatim.

“Tahun 2013 kita telah merencanakan Grebek Pasar dengan bekerja sama dengan radio komunitas di masing-masing kabupaten/ kota di Jatim,” ujar Kepala BKKBN Jatim, Djuwartini, SKM, MM.

Djuwartini mengatakan, acara Grebek Pasar tahun depan akan dimanfaatkan maksimal oleh BKKBN untuk mencapai target yang telah ditentukan. Salah satunya dengan mencapai jumlah peserta KB Baru untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implan, Medis Operasi Pria (MOP) dan Medis Operasi Wanita (MOW). Menurutnya, dengan pencapaian peserta KB baru MKJP saat ini BKKBN berusaha untuk mencapai target Kontrak Kinerja Provinsi (KKP) yang telah ditetapkan pusat.

Untuk target KKP peserta KB baru MKJP Jatim harus mencapai 106.942 akseptor IUD, 12.757 akseptor MOW, 2.762 akseptor MOP dan 115.000 akseptor Implan. Sedangkan untuk pencapaian peserta KB Baru MKJP Jatim sampai dengan September 2012 sudah tercapai IUD 91.242 akseptor, MOW 21.415 akseptor, MOP 2.423 akseptor dan Implan 107.242 akseptor.

“Jadi secara keseluruhan sudah mencapai angka 93,62 persen, tinggal sisanya yang akan kita capai di tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Djuwartini meminta dengan dicapainya target KKP untuk peserta baru MKJP diharapkan dapat mengurangi angka laju pertumbuhan penduduk di Jatim.

“Saya berharap acara Grebek Pasar yang akan kita lakukan nanti akan berdampak langsung terhadap penurunan laju pertumbuhan penduduk di Jatim,” harapnya.

Sementara itu Bupati Ponorogo, H. Amin, SH mengungkapkan dirinya yakin jika acara Grebek Pasar yang bakal diadakan rutin BKKBN akan berkontribusi besar dalam pencapaian program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB). Dari beberapa kegiatan Grebek Pasar yang diadakan BKKBN Pusat di Kabupaten Ponorogo dapat dinilai berhasil oleh banyak pihak, hal ini terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti pelayanan KB.

“Terus terang sebagai Bupati saya merasa bangga, karena animo masyarakat Ponorogo dalam mengikiti pelayanan KB sangat besar,” katanya.

Ke depan Amin berharap, dengan kerjasama yang baik antara BKKBN dengan Pemkab Ponorogo dapat menjadi semangat dalam mempercepat program Kependudukan dan Keluarga Berencana di Jatim.

Menanggapi pernyataan di atas, Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Drs. Hardiyanto menuturkan, pihaknya siap mengawal program Grebek Pasar yang akan diadakan di Jatim. “Acara Grebek Pasar ini merupakan kegiatan baru dan pertama di Indonesia. Jadi keberhasilannya sangat ditentukan dari peran serta masing-masing daerah,” ujarnya singkat.

Sumber : Harian Bhirawa (6 November 2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *