BER-KB JALUR PULAU

BER-KB JALUR PULAU

“Untukmu negeriku, kuberikan darma baktiku..ganasnya gelombang laut tak seganas semangatku memberikan pelayanan KB untuk rakyatmu”….kalimat itulah yang terucap (meski dalam hati) setelah membaca doa sebelum berangkat menuju Kepulauan Kangean, sebelah timur Kabupaten Sumenep.  Pulau yang terkenal dengan kayu jatinya tersebut menjadi tujuan berikutnya Pelayanan KB Kepulauan di Jawa Timur. Program KB Kepulauan mendadak menjadi topik pembicaraan menarik dan primadona BKKBN beberapa bulan terakhir ini. Hal ini bukan tanpa alasan, masyarakat kepulauan terutama di pulau terpencil, memang sangat membutuhkan pelayanan KB dan selama ini mungkin bisa dikatakan  kurang tersentuh.

Sudah barang tentu, Ber-KB Jalur Pulau (begitu saya mengistilahkannya) akan memberikan berbagai macam pengalaman menarik dan menantang, terutama yang berjiwa petualang. Melihat sisi lain dunia yang mungkin kita tidak pernah atau bahkan tidak menduganya sama sekali menjadi hal yang sangat menarik untuk ditunggu.

Perjalanan kami mulai dari Surabaya, Tanggal 11 Desember 2011 pukul 11.00 WIB. Melewati jembatan termegah di Asia Tenggara kami membelah lautan Selat Madura menuju Sumenep. Cuaca cerah, bahkan bisa dibilang cukup terik. Di sebuah masjid kami sempat berhenti untuk menunaikan sholat berjamaah, kemudian melanjutkan perjalanan. Tak sampai 2 jam kami telah sampai di Sampang. Kami pun menepi ke sebuah warung yang sudah menjadi langganan kami. Sejurus kemudian Sop iga khas Sampang sudah tersedia di depan kami dengan segelas es teh yang semakin menggoda untuk dicicipi. Kami pun makan dengan lahap karena memang sudah lapar.

Perjalanan kami lanjutkan, sambil menikmati pemandangan pesisir pantai selatan Madura yang menyejukkan mata. Terlihat kapal-kapal nelayan dan tanaman mangrove yang jarang. Sepanjang jalan, mata saya tak pernah lepas memandangi indahnya pantai itu. Hingga 4 jam kemudian sampailah kami di Sumenep. Di sebuah hotel tempat kami menginap beberapa saat untuk mandi dan ganti baju.  Kapal kami akan berangkat pukul 19.00 WIB, padahal saat itu sudah pukul 16.30 WIB. Lumayan, ada beberapa jam kami beristirahat. Karena perjalanan kapal diperkirakan berlangsung  10 jam hingga sampai ke Kangean. Membayangkannya saja saya sudah lelah. Beberapa saat kemudian, ketika akan mandi tiba-tiba teman kami dari kabupaten Sumenep datang, Pak Hidayat dan Pak Rais kami memanggilnya. Mereka mengabarkan bahwa kapal gagal berangkat malam ini karena rusak. Kami pun berdiskusi bagaimana baiknya. Sungguh saya menyesal jika sudah sampai Sumenep tapi gagal ke Pulau Kangean, karena  teman-teman di sana sudah menyiapkan kegiatannya. Untunglah esok pagi masih ada kapal cepat yang bisa mengantar kami, 4 jam perjalanan. Kami pun bersyukur, akhirnya tetap berangkat dan beristirahat lebih lama di hotel itu.

Pagi harinya kami bergegas menuju Pelabuhan Kalianget, menunggu keberangkatan ke Pulau Kangean. Sesampai di pelabuhan ternyata kapal sudah hampir penuh. Tapi untungnya tidak overload, sehingga keraguan untuk menaikinya sirna seketika. Kami bergegas masuk, turun ke lantai bawah. Kapal terbagi menjadi 3 kelas. Ekonomi ada di paling atas, VIP di lantai 2 bagian depan, dan eksekutif di lantai bawah. Memasuki kapal ini rasanya seperti masuk pesawat terbang, kursi tertata rapi, snack yang cukup untuk mengisi perut,  plus angin sejuk dari AC yang terpasang di ruang penumpang eksekutif. Ah, nyaman sekali kapal ini. (bersambung)  (sfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *