Kepala Perwakilan
BKKBN Provinsi Jawa Timur
Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip Com
Pembina Utama Muda
NIP. 19610904 198603 2 001
 
Intranet BKKBN
Link Internal BKKBN
Follow BKKBN JATIM
Index Berita BKKBN JATIM
Program KB Telah Mencegah Pertambahan Penduduk 100 Juta Jiwa

2011-09-09  12:22:54  , diposting oleh : Rigo

Program KB dalam kurun waktu 40 tahun telah mampu mencegah terjadinya pertambahan penduduk sekitar 100 juta jiwa. Hal ini berdampak pula terhadap peningkatan kesehatan Ibu dan anak serta penurunan Angka Kematian Ibu melahirkan dan peningkatan SDM.

Demikian disampaikan  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Hj. Djuwartini, SKM, MM pada kesempatan acara  Halal Bi Halal Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di halaman kantor Jl. Airlangga Surabaya (8/9).

Lebih lanjut disampaikan, program KB dalam mendukung pembangunan secara keseluruhan sudah berjalanm 40 tahun, dari tahun 1970 sampai dengan tahun 2010 berupa penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) nasional dari 2, 32 % pada tahun 1970 menjadi 1,49 % pada tahun 2010. Demikian pula fertilitas telah mampu diturunkan dari 5,6 per wanita pada tahun 1970 menjadi 2,34 per wanita pada tahun 2007.

"Keberhasilan keberhasilan ini tidak terlepas dari kontribusi Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah penyangga utama yang telah menurunkan LPP dari 1,71 % tahun 1970 menjadi 0,49 % tahun 2010, demikian pula TFR mampu diturunkan dari 4,72 pada tahun 1970 menjadi 1,64 pada tahun 2010, sehingga dalam kurun waktu 40 tahun Provinsi Jawa Timur telah mampu mencegah terjadinya pertambahan penduduk lebih kurang 28 juta Jiwa" tandas  Ibu Hj. Djuwartini, SKM, MM. yang disambut tepuk tangan para undangan. Hadir dalam acara halal bihalal ini  antara lain para Kepala SKPD Kab/Kota se Jawa Timur, para pejabat eselon III dan IV dan  pejabat fungsional serta karyawan dan karyawati di lingkungan Perwakilan BKKBN Prov. Jatim, para alumni Pejuang Program KB (Juang Kencana), pejabat lintas sektor.

Ditambahkan, keberhasilan-keberhasilan tersebut baik tingkat Nasional maupun Provinsi Jawa Timur tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota beserta jajarannya serta mitra kerja termasuk TNI, Polri, PKK, IBI, organisasi profesi, organisasi keagamaan, LSM/LSOM, Toga, Toma, Toda dan PLKB/PKB para kader Keluarga Berencana tingkat lini lapangan (PPKBD, Sub PPKBD) dan tidak ketinggalan dukungan para Juang Kencana yang dalam hal ini memberikan sumbangan pemikiran dalam mensukseskan pelaksanaan program KB.

"Dengan keberhasilan dan dukungan tersebut, kami yakin sesuai dengan visi misi BKKBN Penduduk Tumbuh seimbang 2015 seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dapat mencapai lebih awal" ujar Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim.

Selain itu Ibu Hj. Djuwartini, SKM, MM mengingatkan di samping keberhasilan di atas, masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan kerja keras bersama, antara lain masih tingginya angka unmetneed yang mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga berdampak kepada peningkatan aborsi. Berdasarkan SDKI tahun 2007 pergeseran komposisi penduduk pada usia muda/produktif yang cukup tinggi sehingga dikhawatirkan akan terjadi babyboom dikemudian hari, juga semakin banyaknya jumlah lansia. Keluarga yang mempunyai anak lebih dari tiga orang terdapat pada keluarga miskin dan pendidikan rendah. Masih tingginya angka kematian ibu. Perlunya peningkatan kualitas pelayanan dan kesertaan ber KB (dari suntik, pil beralih ke MKJP) serta PPM/KKP 2011 yang cukup Tinggi.

"Besar harapan kami, pada waktu-waktu mendatang bersama mitra kerja kami dapat meningkatkan komitmen dan tersusunnya strategi kegiatan dalam Pencapaian PPM/KKP 2011 serta RPJMD/RPJMN 2010-1014" harap Ibu Hj.  Djuwartini, SKM, MM.

Acara Halal Bi Halal juga diisi ceramah agama oleh ustad Drs. Syukron Jazuli, MAg dari IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan pentingnya silaturahmi, karena dengan silaturahmi disamping untuk mempererat tali persaudaraan juga akan menjadikan murah rejeki dan umur panjang. Rejeki dan umur panjang bukan saja berupa materi atau secara fisik tetapi juga berupa pahala terus menerus ketika kita sudah mati dan kebahagiaan jiwa serta ketenteraman batin ketika di dunia. (Art).

 

 



Logo Program KKB
 
Info Program Info UPPKS