Kepala Perwakilan
BKKBN Provinsi Jawa Timur
Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip Com
Pembina Utama Muda
NIP. 19610904 198603 2 001
 
Intranet BKKBN
Link Internal BKKBN
Follow BKKBN JATIM
Index Berita BKKBN JATIM
Minat Keluarga Ikut KB Harus Terus Meningkat

2012-06-18  09:40:48  , diposting oleh : Humas

JAKARTA-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menegaskan, menurunnya angka partisipasi KB yang dibayang-bayangi dengan ancaman ledakan pertumbuhan penduduk menunjukkan pentingnya revitalisasi program KB.

Apabila revitalisasi tidak berhasil, dan laju pertumbuhan penduduk tidak terkendali, maka akan memunculkan persoalan lain seperti tingginya angka kemiskinan serta jumlah penganggur dan kondisi negatif lainnya.

"Kita harus berupaya agar minat keluarga-keluarga untuk menjalankan program KB terus meningkat," kata Sugiri Syarief saat membuka acara Temu Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Pengelola Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) serta Keluarga Harmonis Sejahtera Tingkat Nasional 2012, di Jakarta, Rabu malam.

Menurut Sugiri, penyelenggaraan temu kader itu merupakan pertemuan yang sangat strategis dalam rangka peningkatan kualitas keluarga-keluarga Indonesia.

Sebagaimana diketahui, menurut Sugiri, laju pertumbuhan penduduk Indonesia masih tinggi, dengan jumlah sekitar 240 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2015 menjadi 264 juta jiwa. Apabila perkembangan penduduk itu tidak dikendalikan, angka pertumbuhan penduduk akan terus meningkat.

Jumlah penduduk tinggi itu, apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, pendidikan dasar, dan pendapatan ekonomi keluarga yang memadai, akan menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat memengaruhi keharmonisan setiap keluarga dan akan makin menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa yang akan datang.

Karena itu, menurut Sugiri, pada dasarnya program kependudukan dan keluarga berencana nasional tidak hanya sebagai upaya untuk mengendalikan kelahiran saja, namun lebih dari itu, karena menyangkut upaya-upaya yang berhu-bungan dengan pemberdayaan dan perencanaan keluarga menuju norma keluarga kecil-bahagia-sejahtera.

"Kesemua ini pada akhirnya adalah bagian kita membangun keluarga yang harmonis, keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Ini berarti program yang kita geluti selama ini adalah program investasi sumber daya manusia. Dengan demikian, hasilnya tidak dapat seketika kita nikmati sebagaimana program-program yang bersifat fisik," kata Sugiri.

Pada kesempatan itu, Sugiri juga menyampaikan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan program KB nasional ke depan. Antara lain, jumlah balita masih tetap tinggi, terutama pada kelompok keluarga miskin, daerah tertinggal, daerah kumuh, dan perbatasan.

"Jumlah yang besar ini bisa menjadi potensi pembangunan apabila benar-benar disiapkan melalui keluarganya secara maksimal. Sebaliknya, akan menjadi beban pembangunan apabila kita salah menata programnya," kata Sugiri.

Sumber : suarakarya-online.com/news.html?id=305511/18/6/2012

 



Logo Program KKB
 
Info Program Info UPPKS