BKKBN Beli Kondom Dalam Negeri

BKKBN Beli Kondom Dalam Negeri

BKKBN, Jakarta, 30 Maret 2012 – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengatakan bahwa peserta KB pria sebagai bentuk kepedulian kamu kaum bapak  dalam pelaksanaanprogram KB, ternyata lebih suka memilih alat kontrasepsi Kondom dibandingkan  dengan mengikuti KB dengan cara Vasektomi/Medis Operasi Pria (MOP), hal ini terlihat dari data jumlah peserta KB pria yang menggunakan  kondom dari tahun ke tahun meningkat jauh lebih besar dibandingkan MOP.

Rata-rata  kaum pria lebih menyukai kondom ketimbang vasektomi karena kondom lebih mudah didapatkan dan lebih mudah menggunakannya, sedangkan MOP harus memenuhi beberapa persyaratan medis dan melalui prosedur yang ditetapkan sesuai dengan standar pelayanan operasi.

BKKBN menyediakan paket kondom gratis untuk penggunaan beberapa bulan di tempat-tempat pelayanan pemerintah seperti Puskesmas atau klinik-klinik KB. Kondom  juga bisa didapatkan di mobil-mobil KB yang berkeliling. Sedangkan MOP harus dilakukan di tempat khusus yang sudah memenuhi standar. Kondom yang digunakan dan  dibeli oleh BKKBN merupakan kondom yang diproduksi  PT. Rajawali Banjaran Bandung.

“Jadi tidak benar seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)  bahwa BKKBN menggunakan kondom impor dari China dan Eropa” . Selama  perjalanan program KB,  khususnya sosialisasi program KB bagi pria, BKKBN selalu membeli kondom buatan  PT.Rajawali Banjaran Bandung, bahkan pada saat PT Rajawali Banjaran Bandung baru berdiri, BKKBN pernah memberikan fasilitasi dukungan dana dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk membantu pabrik kondom Banjaran sehingga dapat berjalan sampai saat ini. OECD merupakan organisasi yang beranggotakan negara maju yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Perlu diketahui seluruh alat kontrasepsi yang dibeli BKKBN semuanya adalah produk dalam negeri.

Memang kemungkinan dipasaran ditemukan beberpa kondom produk luar PT.Rajawali Banjaran Bandung, akan tetapi itu bukan kondom yang dibeli oleh BKKBN.  (Humas)

Sumber : Siaran Pers Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (30/03/2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *