BKKBN DAN KEMENTERIAN PERTANIAN SINERGI MENGENTASKAN KEMISKINAN

BKKBN DAN KEMENTERIAN PERTANIAN SINERGI MENGENTASKAN KEMISKINAN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi dan mendukung Program Prioritas Nasional tahun 2018 dan 2019. Keluarga Berencana telah terbukti dapat memutus rantai kemiskinan dan keterpurukan peran perempuan dalam pembangunan, mencegah kejadian stunting melalui pemberian Air Susu Ibu secara eksklusif dan pengasuhan gizi bagi baduta serta mendukung gerakan masyarakat sehat. Dengan kekuatan dan kedekatan sosial para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana dengan keluarga-keluarga Indonesia, kegiatan yang bersifat penyuluhan, edukasi dan pembinaan dapat dilakukan dengan baik.
Sesuai sasaran strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, pada tahun 2017 Pemerintah melalui BKKBN telah berhasil menurunkan angka total fertilitas dari 2.6 (SDKI 2012) menjadi 2.4 anak per wanita usia 15-49 tahun (SDKI 2017). Penurunan angka ini merupakan hasil dari upaya pelembagaan konsep keluarga kecil bahagia sejahtera melalui pendewasaan usia perkawinan dan penggunaan kontrasepsi.
BKKBN telah mengembangkan Program Kampung Keluarga Berencana (KB), sejak dicanangkan tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo di Cirebon, Jawa Barat. Kampung KB telah terbentuk di seluruh Kabupaten/ Kota. Tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Hal ini juga sebagai upaya mencegah terjadinya stunting melalui upaya perubahan pola asuh anak dalam keluarga. Pemerintah saat ini telah memfokuskan pada penanggulangan stunting di 100 desa sasaran khusus.
Salah satu upaya yang dilakukan BKKBN dengan bersinergi dengan program BEKERJA (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera) dari Kementerian Pertanian. Launching program BEKERJA dilakukan di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Senin, 23/04/2018. Dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Amran, Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dan Bupati Cianjur Irvan Rivano.
Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dalam launching program BEKERJA (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera) di Desa Cikancana, Kabupaten Cianjur, menyampaikan, “Saya berharap agar program BEKERJA pada hari ini dapat lebih meningkatkan, keterpaduan, komitmen dan dukungan baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan dalam memfasilitasi seluruh program pembangunan dalam pengentasan kemiskinan. Dan tentu saja saya berharap bisa bersinergi dalam Program Kampung KB yang telah berjalan di seluruh Indonesia, dan Kampung KB akan menyasar pada desa dengan permasalahan stunting ”, ungkap Sigit
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menjelaskan, “Setiap rumah tangga miskin akan menerima bantuan 50 ekor ayam, 3 ekor kambing/domba, 5 ekor kelinci beserta kandang dan pakan selama 6 bulan, 2-3 batang bibit mangga/manggis/durian/pisang/pepaya, 2-3 batang bibit kopi/kakao/pala/lada dan 10 batang bibit cabai/bawang merah. Program Bekerja memanfaatkan pekarangan masyarakat secara intensif untuk pertanian, Kementan menggunakan data yang sudah ada, Kementan akan fokus pada mereka yang benar-benar membutuhkan, karena datanya sudah ada. By name, by address,” jelas Amran.
Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo menegaskan, “Marilah bersama-sama kita melakukan memperkuat sinergitas lintas sektor (lintas K/L), antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dan dengan seluruh mitra kerja (para tokoh dan berbagai organisasi kemasyarakatan), sehingga apa yang menjadi tujuan utama dalam mensejahterakan rakyat dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia dapat terwujud, BKKBN memiliki Data Keluarga, by name dan by address, ini bisa dimanfaatkan oleh kementan untuk melakukan intervensi pada masyarakat yang memerlukan bantuan.” Pungkas Sigit. (HUMAS)
sumber: https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bkkbn-dan-kementerian-pertanian-sinergi-mengentaskan-kemiskinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *