BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Pembentukan Kampung KB

BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Pembentukan Kampung KB

 

BKKBN JATIM – Selasa(03/11) BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Pembentukan Kampung KB. Sosialisasi ini dihadiri 38 Peserta SKPD Kabupaten/Kota Provinsi Jawa TImur dan beberapa mitra kerja provinsi diantaranya Pangdam V Brawijaya, Tim Penggerak PKK Jatim , Ketua DPD Muslimah Jawa Timur, Ketua DPD Aisyiah Jawa Timur, Ketua PD IBI Jawa Timur, Ketua Koalisi Kependudukan Jatim dan Ketua IPeKB Jawa Timur.
Sambutan dan materi disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ibu Ir.Dwi Listyawardani M.Sc.,Dip.Com mengenai Konsep Pembentukan Kampung KP Provinsi Jawa Timur, dimana Launching “Kampung KB” akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada bulan Januari 2016 oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo dan diharapkan Kampung KB menjadi miniatur pelaksanaan program KB di tingkat rendah dan diutamakan bagi daerah miskin, padat penduduk dan akses kesehatan berkurang, daerah kumuh, wilayah pesisir/nelayan, kawasan miskin perkotaan, wilayah terpencil/perbatasan. Sasaran Kampung KB adalah keluarga, Pasangan Usia Subur, Remaja Keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, kepala desa, LSM dan LSOM serta desa/keluarahan dan RT juga RW.

Dalam Sosialisasi Kampung KB ini terlihat antusias dari para peserta, diantaranya peserta dari kota Malang memberikan saran bahwa indikator Rumah Sehat agar bisa dijadikan indikator penunjang untuk pembentukan Kampung KB. Saran lain dikemukakan oleh Ketua DPD Aisyiah Jawa Timur bahwa Rumah Ibadah pun hendaknya bisa dijadikan indikator Kampung KB.

Ibu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa dengan Pembentukan Kampung KB diharapkan Meningkatnya Kesertaan KB MKJP menjadi 20%, Unmetneed < 10%, Semua Ibu Hamil dan Ibu Menyusui terlayani kesehatan dan KB, semua keluarga yang memiliki anak 0-6 tahun terlayani BKB, Semua remaja dapat aktif dalam BKR dan PIK Remaja, Semua anak usia 0-6 tahun terlayani program kesehatan dan pendidikan sejak dini (Posyandu & PAUD), Semua anak usia 7-12 tahun dan 13-15 tahun bersekolah, Jumlah Penduduk buat aksara nihil serta Pengangguran turun.

Sumber – ADPIN JATIM-

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *