BKKBN Jatim Laksanakan Pembinaan Pegawai dan Optimalisasi Kegiatan Anggaran di Masa Pandemi Tahun 2020

Bangga Kencana, Surabaya – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggelar Pembinaan Pegawai dan Optimalisasi Kegiatan Anggaran di Masa Covid 19 Guna Mendukung Reformasi Birokrasi Tahun 2020, Selasa (20/10/2020).

Acara yang digelar di ruang Lestari kantor BKKBN Jatim jalan Airlangga no. 31-32 Surabaya, dihadiri Inspektur Utama (Irtama) BKKBN RI, Ari Dwikora Tono, Ak., M.Ec.Dev., Inspektur wilayah 1 BKKBN RI, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., beserta sekretaris, Shodiqin, S.H., M.M., dan para pejabat fungsional, antara lain Koordinator KB-KR, Waluyo Ajeng Lukito Wati, S.St., M.M., Koordinator bidang Adpin, Dra Sofia Hanik, Koordinator bidang Litbang, Sukamto, S.E., M.Si., dan staf lainnya.

Shodiqin dalam laporan menyampaikan, BKKBN Jatim dalam penyerapan anggaran sudah 70 persen. “Masih ada sisa waktu kita maksimalkan untuk penyampaian kinerja dan penyerapan anggaran walaupun di masa pandemi, pegawai tidak full, ada WHF dan WHO,” ungkapnya.

“Terkait status tanah BKKBN, tahun 2018 telah melakukan pengelolahan tanah dan bangunan sendiri,” pungkasnya.

Pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN Jatim menyampaikan, bahwa ASN BKKBN Jatim berjumlah 2138, yang paling banyak Penyuluh KB berjumlah 2009. “ASN ada diberbagai tempat, di kantor pusat Jatim, Balai Diklat Malang serta Jember,” ungkap beliau.

“Dalam penyerapan anggaran dan kinerja, saat ini kita lakukan kegiatan secara Maraton dan bekerjasama dengan mitra kerja kita komisi IX DPR RI. Contohnya hari ini ada kegiatan dengan anggota komisi IX Anas Tohir di Bondowoso. Dan hari ini ada kegiatan pertemuan kepala dinas KB seluruh Jawa Timur,” tambah beliau.

“Terimakasih atas kehadiran dari pak Ari Dwikora, dan bisa diagendakan rutin untuk hadir di BKKBN Jatim. Saya beranggapan Irtama sebagai orang tua kita. Inspektorat bukan pengawas tapi sebagai pendamping, pemilik obor dimalam hari supaya kita tidak terbelusuk,” pungkas pak Teguh.

Dalam pemaparannya, Irtama BKKBN Pusat, Ari Dwikora menyampaikan, bahwa beliau baru pertama hadir di Jawa Timur karena baru dilantik sebagai Irtama.

“Sebelum saya berdinas di BKKBN saya bertugas di BPKP Bali. Jawa Timur sebagai perwakilan BKKBN cukup besar karena wilayahnya, dan tentu punya permasalahan tersendiri. Jawa Timur sebagai barometer, pasti personilnya mempunyai kapasitasnya memadai dan sangat bisa dipercaya,” ungkap beliau.

“Dimasa pandemi pencapaian kinerja baik akan tetapi penyerapan anggaran tidak maksimal. Itu bisa menjadi kendala. Untuk sisa waktu di kejar penyerapan anggaran dan kinerja,” tambahnya.

“Dengan niat baik, semangat tinggi, kita selesaikan dengan baik, saya yakin dan percaya khususnya wilayah Jawa Timur dengan semangat yang baik akan bisa diatasi terkait kinerja dan penyerapan anggaran. Jadi kinerja baik, akuntabel juga baik,” tambah beliau.

Terkait BKKBN Jawa Timur menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani), Irtama Ari Dwikora menjelaskan ada Kerangka Logis Penilaian Pembangunan kerja tentang komponen pengungkit yang harus di capai.

“Komponen pengungkit ada beberapa hal yakni Manajemen Perubahan, Penataan tata laksana, penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, Peningkatan Kualitas Pelayan Publik,” tambah beliau.

“Saya dorong, saya backup supaya WBBM tercapai BKKBN Jatim, yang sebelumnya sudah meraih WBK (Wilayah Bebas Korupsi). Karena Zona Integritas menuju WBK dan WBBM mewujudkan reformasi birokrasi,” tambah beliau.

“Penilaian WBBM akan dilakukan secara virtual dan tatap muka, dan khusus BKKBN Jawa Timur dilakukan secara tatap muka. Jadi Komitmen kuat, persepsi yang sama menuju WBBM,” tambah beliau.

“Harapan kita mencapai Good Government, pemerintah bersih akuntabel, berkinerja tinggi, pelayanan publik baik dan berkualitas,” tambahnya.

Pak Teguh usai kegiatan menjelaskan terkait Stunting, BKKBN Jatim  melakukan penanggulangan Stunting sesuai program Bangga Kencana.

“Pengaturan jarak hamil, Pernikahan usia ideal, pola asuh, ketahan keluarga itu beberapa cara atasi Stunting. Dan sudah dilakukan oleh BKKBN Jatim,” tambahnya. @red