BKKBN Jatim Sosialisasi Penggunaan Aplikasi E-Visum Generasi IV

Surabaya- Sebagai upaya untuk mendukung kinerja Penyuluh KB di Lini Lapangan, BKKBN  terus melakukan inovasi-inovasi untuk mempermudah kinerja dan pelaporan Penyuluh KB dengan meluncurkan aplikasi E-Visum Generasi 4, E-Visum Merupakan sebuah aplikasi yang dibuat untuk mendukung kinerja PLKB/PKB di lini lapangan. Diantaranya adalah mengelola visum kerja, mengelola kampung KB monitoring dan evaluasi kegiatan dan update informasi atau petunjuk pengelolaan program KKBPK di tingkat desa/kelurahan secara real time. Aplikasi ini terus mengalami inovasi dan perkembangan sesuai dengan permasalahan dan kendala yang selama ini dihadapi oleh Penyuluh KB di lapangan dalam melaporkan setiap kegiatannya hingga akhirnya diterbitkanna E-Visum Generasi 4.

Untuk mempermudah Penyuluh KB dalam memanfaatkan aplikasi tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi Aplikasi E-Visum Gnerasi 4 secara virtual pada Hari Rabu, 14 Juli 2021.Kegiatan yang diikuti oleh Penyuluh KB di seluruh Kabupaten dan Kota serta Petugas admin E-Visum dari masing-masing Dinas OPD KB tersebut di buka secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso.,M.Pd, Serta dihadiri oleh Plt Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN , I Made Yudhistira, S.Psi.,M.Psi, dan Koordinator Bidang Adpin Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra Sofia Hanik.,MM.

Koordinator Bidang Adpin, Ibu Hanik, mengungkapkan bahwasannya ujicoba penggunaan aplikasi E Visum Generasi IV ini telah dilakukan mulai dari tanggal 12 Juli 2021 hingga 31 Juli 2021, yang mana Penyuluh KB tetap diwajibkan untuk melaporkan seluruh kegiatannya di lapangan dengan menggunakan Aplikais E Visum Generasi 3, “Untuk Aplikasi E-Visum digunakan untuk uji coba selama masa penyesuaian bagi seluruh Penyuluh KB, dengan tujuan untuk memahami fitur-fitur baru dan mekanisme baru dalam penggunaan aplikasi E Visum generasi 4, penggunaan secara bersamaan antara E visum generasi 3 dan 4 akan dilakukan hingga akhir bulan Juli 2021, sebelum aplikasi Generasi 4 diresmikan sebagai aplikasi resmi untuk pelaporan kinerja penyuluh KB di lapangan di masa yang akan datang” jelasnya dalam laporan kegiatan sosialisasi tersebut.

Bu Hanik berharap agar Penyuluh KB dan admin E visum di dinas OPD KB segera melakukan ujicoba aplikasi E-Visum generasi 4 ini.”Sehingga bila ada kendala terkait penggunaan bisa segera dilaporkan selama masa ujicoba ini” tuturnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso berharap dengan adanya aplikasi yang terus mengalami perbaikan ini dapat mempermudah para Penyuluh KB di lini lapangan dalam melakukan pencatatan,pelaporan kegiatan di lini lapangan. “Aplikasi ini merupakan perkembangan dari aplikasi E Visum dari generasi sebelumnya, harapannya melalui aplikasi ini para Penyuluh KB dapat lebih cepat dan lebih baik dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan di lini lapangan, prinsipnya lebih sempurna” jelas Pak Teguh.

Menurut Pak Teguh saat ini Jawa Timur sedang dihadapkan pada permasalahan tenaga di lini lapangan yang semakin berkurang di setiap tahunnya yang tidak berbanding dengan jumlah desa dan wilayah binaan di laini Lapangan, Perlu diketahui, Jumlah Penyuluh KB di Jawa Timur saat ini adalah sebanyak 1.900 orang dimana sejumlah 1.379 penyuluh atau 72,5% merupakan Penyuluh KB yang masuk kategori ahli

“ Saat ini jumlah tenaga lini lapangan Penyuluh KB bukannya bertambah banyak tetapi terus berkurang, ada penambahan setiap tahun tetapi itu tidak sebanding dengan jumlah tenaga yang memasuki usia pensiun memasuki pasa purna, apalagi banyak Penyuluh KB kita yang ada di kategori ahli, bahkan 40 persen merupakan Penyuluh KB Ahli Madya, yang mana secara tugas dan tanggung jawab nya sudah mencakup tingkat Provinsi, saya berharap mereka juga dapat memiliki konsep berpikir, bekerja , beraktivitas hal hal yang skupnya ada di level Provinsi, sehingga dapat membantu dan memperkuat kinerja program tingkat Provinsi, menjadikan jawa timur semakin maju dan kuat karena banyak nya konseptor, implementor di lapangan yang jumlahnya cukup melimpah” jelasnya.

Untuk itu melalui terobosan melalui aplikasi E-Visum ini diharapkan dapat memberikan banyak kemudahan bagi penyuluh KB dalam melaporkan segala kegiatannya di lapangan.”seiring dengan kemudahan dalam pencatatan dan kemudahan melalui penyempurnaan E Visum generasi IV ini juga diiringi oleh perbaikan kinerja penyuluh KB dan dapat lebih memotivasi para penyuluh KB di lapangan” lanjut Pak Teguh.

Dalam kesempatan itu Pak Teguh juga menyampaikan bahwa saat ini seluruh Kemeterian dan Lembaga sedang dilakukan refocusing anggaran, ini dilakukan karena kebutuhan negara akana danya pandemi covid-19 termasuk vaksinasi, “implikasinya adanya refocusing pada anggaran yang peruntukannya bukan prioritas dan dapat dialihkan untuk keperluan negara untuk pananganan Covid-19.

Kabar baiknya anggaran yang direfocusing merupakan anggaran untuk tingkat Provinsi akan tetapi dukungan anggaran untuk pelayanan KB yang langsung di arahkan ke Kab/Kota melalui Dana Alokasi Khusus hingga saat ini belum ada indikasi untuk dilakukan refocusing untuk itu rekan-rekan Penyuluh KB dapat terus meningkatkan kinerja dalam pelayanan KB di lapangan”

Selanjutnya beliau juga terus mengingatkan Kembali bahwa saat ini BKKBN terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting yang mana memerlukan peranan tenaga Lini Lapangan hingga di tingkat hulu untuk mewujudkan hal tersebut, akan tetapi beliau berpesan bahwasannya BKKBN bukan akan mengambil alih tanggung jawab percepatan penurunan stunting dari program yang saat inin sudah berjalan.

“BKKBN tetap  berupaya untuk program percepatan penurunan stunting, yang saya ingatkan bahwa BKKBN Bukan ingin mengambil alih tanggung jawab dalam penanganan stunting tetapi kita akan memperkuat program percepatan yang saat ini sudah berjalan, rekan-rekan penyuluh KB juga tetap harus fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai penyuluh KB di lini lapangan karena sejatinya dengan menjalankan tugas kita sebagai penyuluh KB mulai dari pencegahan perkawinan di usia muda, pengaturan kehamilan melalui penggunaan alat kontraspsi hal ini dapat mencegah terjadinya stunting” paparnya.

Terakhir Pak Teguh juga menyampaikan bahwasannya saat ini BKKBN juga akan diberikan mandat untuk membantu percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat kepada kelaompok tertentu yaitu kepada Ibu Hamil dan Anak atau kepada keluarga. “ Saya harap rekan-rekan juga terus bersiap karena tugas kita ke depan akan semakin besar , ini memerlukan stamina yang luar biasa saya harap rekan-rekan terus menjaga kesehatannya dengan baik, agar tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan menerapkan protocol kesehatan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Plt Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN, I Made Yudhistira, juga menyampaikan bahwasannya BKKBN saat ini terus berkembang menjadi Lembaga yang memiliki peranan penting. “ Kita harus cepat beradaptasi dengan perubahan terutama kawan-kawan di lini Lapangan karena saat ini pemerintah sangat membutuhkan tenaga-tenaga BKKBN terutama di lini lapangan, termasuk diantaranya adalah keterlibatan rekan-rekan tenaga lini lapangan dalam percepatan penurunan stunting dan yang terakhir adalah percepatan penyebaran vaksinasi bagi kelompok Ibu dan Anak” Ujar Pak Made

Kegiatan sosialisasi ini selain diikuti oleh perwakilan Penyuluh KB dan Admin E-Visum di Dinas OPD KB melalui aplikasi zoom juga diikuti secara langsung oleh seluruh Penyuluh KB melalui media YouTube BKKBN Jawa Timu (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *