BKKBN Jawa Timur Selenggarakan Pelatihan Pembinaan dan Pendampingan Peserta Keluarga Berencana bagi Penyuluh KB.

Surabaya – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Penyuluh KB dalam memberikan pelayanan KB yang berkualitas, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan Pembinaan dan Pendampingan Peserta Keluarga Berencana bagi Penyuluh KB melalui e-learning pada tanggal 12-16 Juli 2021. Dalam pembukaan pelatihan yang dilaksanakan secara virtual tersebut pada hari senin 12 Juli 2021 dihadiri secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Koordinator Bidang Latbang, Sukamto, SE.,M.Si mengungkapkan bahwa Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Rerpoduksi (KBKR) adalah salah satu dari 3 (tiga) pilar dari Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) terus menghadapi tantangan baik secara teknis medis maupun sosial budaya yang mempengaruhi capaian Program Bangga Kencana di Jawa Timur.

“Kondisi tersebut diatas dapat diperhatikan dari hasil evaluasi pencapaian program Bangga Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pada bulan April 2021 dimana data tentang drop out (DO), komplikasi dan kegagalan ber KB yang menunjukan peningkatan dibandingkan bulan April 2020 di beberapa wilayah di Jawa Timur” papar Pak Kamto.

Hal ini yang paling dirasakan pula oleh Penyuluh Keluarga Berencana (Penyuluh KB)  sebagai tenaga lini lapangan dalam melaksanakan tugas utamanya sehari-hari yaitu mencari, membina dan mendampingi klien atau akseptor KB, sehingga perlu untuk terus ditingkatkan keterampilan dari para penyuluh KB tersebut.

“Dari hasil Analisa Kebutuhan Peningkatan Komptensi (AKPK)  Penyuluh KB yang diselenggarakan oleh Bidang Pelatihan dan Pengembangan yang diselenggarakan pada awal tahun 2020 menunjukkan bahwa kompetensi teknis Penyuluh KB mengenai pelayanan KB KR harus ditingkatkan terutama dalam hal Melakukan Pendampingan Komplikasi Akseptor” ungkapnya.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta akan pendampingan dan pelaporan komplikasi KB, dimana nantinya akan mampu menurunkan tingkat DO Putus pakai Ber-KB di Jawa Timur” pungkasnya

Hal senada juga di ungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd yang dapat membuka secara langsung dengan menggunakan media zoom meeting, “Tujuannya adalah tidak hanya mempertahankan Program BKKBN Jawa Timur dengan meningkatkan capaian kesertaan Ber-KB, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kompetensi teknis dari para tenaga lini lapangan, kepiawaian teman-teman agar terus meningkat agar di wilayahnya tidak terjadi Drop Out atau komplikasi Ber-KB” Tuturnya.

Hal ini dirasa penting karena berdasarkan capaian target kinerja tahunan BKKBN hingga pertengahan tahun ini belum maksimal, “dari 5  sasaran program, hanya satu yang sudah tercapai dengan baik, sementara yang lainnya belum tercapai dengan baik dan belum sesuai dengan target yang diharapkan, ini sangat berpengaruh pada upaya kita dalam meningkatkan kualitas penduduk melalui pengendalian penduduk “ lanjuta Pak Teguh

Agar Kelestarian, keberlangsungan penggunaan alat kontrasepsi dapat berjalan dengan baik, menurutnya  ada beberapa hal yang harus ditingkatkan dan diperhatikan, “ Pertama dalah KIE dan konseling dari tenaga penyuluh, menjamin ketersediaan alat dan obat kontrasepsi, menjaga  kualitas dari alat kontrasepsi yang dipakai, serta  pencatatan dan pelaporan “ lanjutnya

Selain itu Pak Teguh juga mengungkapkan bahwasannya melalui Pembinaan kesertaan Ber-KB ini juga merupakan salah satu upaya untuk percepatan penurunan stunting. “Karena KB merupakan salah satu faktor intermediate dalam upaya penurunan stunting apa itu? tentu saja diantaranya adalah pengaturan kehamilan agar  tidak terjadi kehamilan yang terlalu muda, terlalu dekat jarak kelairannya, terlalu banyak jumlah anaknya maupun terlalu tua.” Pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh Keluarga Berencana dengan jumlah 80 (delapan puluh)  orang dari semua level jabatan dari wilayah yang komplikasi dan kegagalannya tinggi di beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Timur (humas)