BKKBN Sabet Muri Pengecatan Atap Rumah

BKKBN Sabet Muri Pengecatan Atap Rumah

Surabaya, Bhirawa

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pengecatan genteng atau atap berlogokan ‘Dua Anak Cukup’. Penghargaan Muri tersebut diberikan karena BKKBN Jatim karena mampu mengecat atap rumah sebanyak 12.742 atap.

Kepala BKKBN Jatim Djuwartini SKM MM menyatakan, selain target mendapatkan rekor MURI, BKKBN juga memiliki tujuan lain yaitu membangkitkan rasa cinta dan ingin tahu masyarakat terhadap program KB terutama dalam menekan angka unmetneed (Pasangan usia subur yang ingin ber KB akantetapi belum terlayani, red), meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang program KB, membangkitkan kesadaran untuk membangun masyarakat ke arah keluarga kecil bahagia dan sejahtera, meningkatkan dukungan dan peran serta masyarakat Indonesia dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan.

”Jadi maksud dan tujuan pengecatan atap ini untuk mengajak masyarakat agar memiliki dua anak saja,” jelasnya usai ditemui di acara penyerahan rekor MURI di Pasar Tradisional Sumoroto Kabupaten Ponorogo (25/5) beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Djuwartini menjelaskan, pada penganugrahan Rekor MURI mural pengecatan atap, BKKBN Jatim akan memberikan beberapa penghargaan kepada tiga kabupaten/kota yang berhasil mencapai target pengecatan genteng terbanyak di masing-masing daerah di Jatim, seperti Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Pacitan. ”Untuk penghargaannya akan dibagi tiga juara yaitu juara 1 Kabupaten Mojokerto mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10.000.000, juara 2 Kabupaten Situbondo mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 7.500.000, juara 3 Kabupaten Pacitan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,” paparnya.

Sementara itu dalam acara penganugrahan Rekor MURI mural pengecatan atap, BKKBN Jatim bersama dengan Bupati Kabupaten Ponorogo H. Amin menyelenggarakan acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran (Grebeg Pasar) di Pasar Tradisional Sumoroto Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. Selain itu juga diadakan penandatangan MoU antara BKKBN Jatim dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JKRI) Jatim, road show Mobil Unit Penerangan (Mupen), sepeda motor operasional penyuluh KB dan Pegawai negeri Sipil PNS di lingkungan Kabupaten Ponorogo, Sosialisasi dan KIE Medis Operasi Pria atau vasektomi, pelayanan KB untuk semua alat kontrasepsi (Vasektomi, IUD, implant, suntik, pil dan kondom)

Untuk kegiatan Grebek Pasar ini, Amin menyatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam mensukseskan program KKB. Menurutnya, acara Grebek Pasar bertujuan untuk meningkatkan akses informasi KIE serta pelayanan program KB sebagai ajang promosi, mempercepat pencapaian program KB, intensifikasi dan ekstensifikasi KIE program KB, meningkatkan cakupan pelayanan terutama pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan meningkatkan motivasi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

‘’Kita sudah berkominten acara Grebek Pasar di Kabupaten Ponorogo akan dilaksanakan sebanyak 15 kali dalam setahun dan ini baru ketiga kalinya,’’ tuturnya.

Menanggapi pernyataan di atas, salah satu warga Ponorogo Tuti mengatakan, berharap dengan diselenggarakannya kegiatan Grebek Pasar dan Penyerahan Rekor Muri dapat meningkatkan pelayanan KB kepada masyarakat luas. Menurutnya, acara Grebek Pasar yang telah dilakukan Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan BKKBN menandakan hubungan yang baik antara dua instansi pemerintah tersebut. ‘’Kita sebagai masyarakat ingin acara Grebek Pasar ini dilakukan rutin, sehingga pelayanan KB dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat,’’ harapnya.

Sumber : Harian Bhirawa (Rabu, 27 Maret 2013)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *