BKKBN TIDAK GAGAL

BKKBN TIDAK GAGAL

JAKARTA—bkkbn online : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sama sekali tidak bisa dibilang gagal dalam mengemban tugasnya mengendalikan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Selisih 4 juta jiwa dari perkiraan 233 jiwa penduduk Indonesia tahun 2010, tidak membuat misi BKKBN dalam menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia gagal.“Memang BKKBN senidiri melalui pernyataan pimpinannya di beberapa media menyatakan, kalau penduduk Indonesia hasil perhitungan Biro Pusat Statistik (BPS) melebihi angka 240 juta jiwa, maka boleh dibilang misi BKKBN selama ini gagal. Tapi kabar yang kita peroleh terakhir dari BPS kan masih sekitar 237-238 juta jiwa. Kalau hasil penghitungan ini memang akurat, menurut saya BKKBN tidak gagal.  Tapi dinilai berhasil pun tidak. Hanya lumayanlah,” kata Ketua Panitia Ahli Bidang Kesehatan Reproduksi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat, Prof Dr Roy Tjong kepada ‘bkkbn.go.id’ di kantornya, Jum’at (9/7).Roy Tjong menjelaskan, pertumbuhakn penduduk yang mencapai 4 juta jiwa per tahun, sebenarnya tidak perlu dianggap membahayakan. “Yang penting saya melihat ada kesungguham BKKBN untuk membenahi pelaksanaan program-programnya agar berjalan lancar, sukses dan kembali memperoleh acungan jempol dari dunia onternasional,” katanya.Menjawab pertanyaan apakah kenaikan anggaran BKKBN di tahun 2011 sebesar Rp 2,1 triliun, akan membuat BKKBN bernapas lebih lega, Roy Tjong menegaskan, pertambahan anggaran sebanyak itu sebenarnya tidak terlalu banyak, karena di tahun 2011 mungkin beban BKKBN juga bertambah dengan telah diundangkannya UU No. 52/2009, yang menetapkan pertambahan program kependudukan sebagai tugas BKKBN yang baru.“Tapi saya harapkan pintar-pintarlah BKKBN menggunakan anggaran itu. Program kependudukan memang penting, tetapi hendaknya jangan mengabaikan program-program lainnya yang sekarang tengah dijalankan, bahkan banyak dari program-program itu yang belum ‘melegakan’ masyarakat. Misalnya kesehatan reproduksi remaja, mereka yang ingin ber-KB tapi tidak terlayani, dan lain sebagainya,” papar Roy Tjong.(mon).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *