Bojonegoro Raih Muri Pecahkan Rekor KB Implant

Bojonegoro Raih Muri Pecahkan Rekor KB Implant

Pemkab Bojonegoro melalui Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana (BPPKB) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan pemasangan kontrasepsi KB implan kepada 6011 akseptor (24/6/2011).

Pemasangan KB implant dilakukan secara serentak di 27 kecamatan.

Anik Yuliarsih Kepala BPPKB Bojonegoro mengatakan sangat bangga, Bojonegoro mampu memecahkan MURI pemasangan KB Implant  Kabupaten Lebak Provinsi Banten sebanyak 5000 akseptor yang diciptakan pada tahun 2009.
“Sangat senang sekali pemasangan alat KB implant terhadap kaum hawa di Bojonegoro berhasil meraih penghargaan MURI ,” ungkap Anik.

Penghargaan MURI diserahkan oleh Paulus Pangka, SH mewakili Ketua Muri Jaya Suprana kepada Bupati Bojonegoro  Suyoto. MSi sebagai penyelenggara dan kepada Kepala Perwakilan BKKBN  Prov. Jatim Ibu Djuwartini, SKM.MM, Tim Penggerak PKK Prov Jatim serta  Kepala Dinas Kesehatan Prov Jatim sebagai pemrakarsa terselenggaranya pemecahan rekor MURI pemasangan KB Implant di Bojoneogoro.

Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Prov. Jatim Ibu Dhani, sebenarnya Bojonegoro mampu melakukan pemasangan  KB implant lebih banyak lagi, karena target pemasangan disiapkan untuk 8000 akseptor. Namun untuk strategi pemecahan rekor MURI  tahun-tahun yang akan datang, yang dicatatkan sebagai rekor MURI baru hanya  6011. Angka sebelas disesuaikan dengan tahun pemecahan.

“Setelah tercapai angka 6011, pelayanan masih terus berlangsung” ujar Bu Dhani usai memantau pelayanan di puskesmas-puskesmas, seraya menambahkan bahwa Kecamatan yang paling banyak melakukan pelayanan yaitu Kecamatan Kepuh Baru Bojonegoro dengan 377 pelayanan. Diterangkan, bahwa pelayanan implan dalam rangka pemecahan rekor MURI  diberikan secara gratis, padahal kalau harus bayar minimal harus mengeluarkan biaya sebesar  Rp. 300.000,-

Dengan pemecahan rekor MURI di Bojonegoro, berarti Jawa Timur tahun ini sudah tiga kali memecahkan rekor MURI dalam pemasangan kontrasepsi KB. Yakni, sebelumnya pemecahan rekor MURI MOP yang dilakukan Situbondo, dan pemasangan IUD yang dilakukan seluruh kab/kota provinsi Jawa Timur.

Sementara itu pelayanan implan yang sudah berhasil dilakukan di Provinsi Jawa Timur sampai bulan Mei 2011 tercatat mencapai 28.017 atau 35,56 % dari Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) sebanyak 78.790. Sedang untuk Bojonegoro sampai bulan Mei tercapai pelayanan pemasangan implan sebanyak 516 akseptor atau 22,93 % dari PPM 2.250. Dengan  pencapaian MURI bulan Juni ini, pemasangan implant Bojonegero melonjak sampai 250 % .

Masih menurut Bu Dhani, pencapaian pemasangan implan tertinggi secara prosentase sampai bulan Mei di Jawa Timur diraih oleh Kota  Kediri dengan 142 %, sedang untuk pencapaian nominal tertinggi dipegang oleh Kabupaten Probolinggo sebesar 2.113 akseptor. Adapun untuk pencapaian prosentase terendah dipegang Kota Blitar dengan 17,57 % dan nominal terendah Kota Mojokerto dengan 86 Akseptor. Sementara itu, untuk PPM tertinggi ada di Kabupaten Malang dengan 3.700 akseptor,  baru tercapai 34,97 % dan PPM terendah ada di kota Mojokerto dengan 350 askeptor baru tercapai 24,57 %. (at/sgt).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *