Bupati Nganjuk Ingin Seluruh Kepala Desa Dukung Kinerja Kader dalam Memaksimalkan Bonus Demografi Melalui Perencanaan Keluarga

Nganjuk – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Penyiapan Hidup Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) Melalui Bhakti Kader di kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Jumat (9/10/2020).

Hadir dalam acara, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., didampingi Pejabat Fungsional Koordinator bidang KS-PK, Dra. Suhartuti, M.M., Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos., M.M., Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk, Dra. Widyasti Sidhartini, M.Si.,  Camat Jatikalen, Johansyah Setiawan, S.E., Kepala Desa Perning, Sahari, para Kader BKR, dan para remaja serta tamu undangan lainnya.

Ibu Suhartuti Kepala Bidang KSPK  dalam kesempatan itu menjelaskan, Kegiatan PKBR, Bhakti Kader, dan Pembinaan PKB ini dilaksanakan selama 2 hari. Terdapat 5 kegiatan diantaranya adalah Pembagian 300 paket sembako untuk keluarga pra lansia, penyerahan juara 1 lomba penyuluhan berbasis IT tingkat provinsi untuk BKL Tunas Muda Desa Munung Kecamatan Jatikalen.

Bupati Nganjuk dalam sambutannya, menjelaskan bahwa SDM harus disiapkan untuk menghadapi bonus demografi, jumlah usia produktif yang banyak harus dimanfaatkan dengan baik dengan penyiapan SDM dan penyediaan lapangan kerja.

“Di Kabupaten Nganjuk ada 5 proyek strategis yang disiapkan untuk menyongsong bonus demografi khususnya di wilayah Kabupaten Nganjuk. Program Bangga Kencana untuk mewujudkan keluarga kecil dan keluarga yang berkualitas punya arti penting dalam mendukung upaya pemerintah Kabupaten Nganjuk menyongsong Bonus Demografi,” ungkapnya.

“Penanganan pada permasalahan remaja menjadi salah satu program prioritas di Kabupaten Nganjuk salah satunya mencegah pernikahan muda untuk menyiapkan keluarga yang berkualitas. Menikah harus di usia yang matang, perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” tambahnya.

Ada hal penting yang disampaikan Bupati Nganjuk, bahwa ia mengintruksikan kepada seluruh kepala desa  menyiapkan anggaran desa untuk memberi intensif kepada Kader KB/ Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD, jika tidak dianggarkan, dana desa tidak akan ditandatangani.

“Para Kader KB dan Para penyuluh merupakan motor penggerakan kesuksesan program KB di Nganjuk untuk memanfaatkan Bonus demografi. Maka dari itu dana intensif untuk kader PPKBD dan Sub PPKBD harus diperhatikan. Dalam pengajuan dana desa  harus ada Anggaran untuk kader tsb kalau tidak ada nanti tidak akan saya tandatangani” Ungkapnya

“Peran panjenengan sudah cukup baik untuk mengendalikan jumlah penduduk selain itu sosialisasi keluarga sejahtera kepada masyarakat juga sudah cukup baik. Akan tetapi harus ditingkatkan terutama dalam memaksimalkan potensi bonus demografi. Pesan saya terkait kegiatan ini ibu ibu kader dan adik adik remaja menjadikan dirinya seperti gelas kosong, semoga acara kali ini mendapat kan ilmu yang bermanfaat ” Pungkasnya

Pak Teguh, panggilan akrab Kaper BKKBN Jawa Timur, pada kesempatan ini menjelaskan bahwa BKKBN dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera melalui beberapa upaya.

“Upaya tersebut dilakukan melalui, Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan Ketahanan Keluarga, dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga,” ungkapnya.

“Program KB memiliki manfaat yang besar terhadap kesejahteraan keluarga, KIA, kualitas SDM, pengendalian penduduk, ekonomi, dan ketahanan masyarakat. Program KB bukan hanya program bagi orang tua saja, akan tetapi juga program bagi adik-adik remaja juga, selain mengenai Alat Kontrasepsi, Program Bangga Kencana juga memiliki program untuk merencanakan terwujudnya keluarga yang sejahtera dimana itu dimulai dari remaja,” tambahnya.

“BKKBN bukan hanya mengenai program KB, Program KB bukan hanya program untuk orang tua saja, Program KB juga untuk remaja karena remaja nanti yang akan membangun rumah tangga di masa depan jadi remaja jangan alergi dengan program KB”.

“Karena untuk menciptakan kesejahteraan dalam berkeluarga harus di rencanakan bagi para remaja tidak bisa lagi menggunakan prinsip gimana nanti tapi harus sudah nanti bagaimana. Artinya harus di rencanakan”. Ungkap Pak Teguh

Dalam kesempatan itu Pak Teguh juga mengapresiasi dukungan penuh pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mendukung program Bangga Kencana ” Apresiasi tinggi kepada Bapak Bupati, Ibu Ketua PKK dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang terus mendukung Program Bangga Kencana. Di Provinsi Jawa Timur Presentase Pernikahan di Usia Muda Masih Cukup Tinggi berdasarkan data statistik rutin kami Per Agustus 2020 kasus Pernikahan di Bawah usia 20 tahun ada di angka 22.423 pernikahan usia muda dari total pernikahan sebanyak 173.252 atau di angka 12, 94%, Di Kabupaten Nganjuk Presentase Pernikahan di Usia Muda saat ini sudah ada di angka di angka 7,69% atau sudah di bawah rata-rata pernikahan usia muda di Provinsi itu artinya kinerja  para penyuluh dan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk sudah bagus” pungkasnya

Pada kegiatan hari ini juga merupakan Hari Ulang Tahun Insan GenRe Jawa Timur, tidak lupa Bapak Teguh mengucapkan selamat Ulang Tahun dan berharap Remaja GenRe Jawa Timur terus maju dalam penyampaian program Bangga Kencana ” Hari ini hari yang luar biasa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun GenRe Jawa Timur yang ke 6, jadi selamat ulang tahun buat adik adik remaja GenRe semoga terus maju dan terus mensosialisasikan pentingnya merencanakan pernikahan dan berkeluarga untuk remaja” Ujar Pak Teguh (humas)