Grebek Pasar Optimalkan Akses Informasi Program dan Pelayanan KB

Grebek Pasar Optimalkan Akses Informasi Program dan Pelayanan KB

“Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran atau yang disingkat menjadi Grebek Pasar merupakan salah satu inovasi BKKBN untuk mengoptimalkan akses masyarakat terhadap informasi program serta pelayanan KB (Keluarga Berencana). Kegiatan ini dilaksanakan di pasar tradisional, yang merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli dari berbagai kalangan masyarakat, terutama bagi Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I.”

Hal tersebut diutarakan Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi (ADPIN) Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.St, MM saat menjadi narasumber dalam segmen acara I Love Surabaya  pada Kamis siang, (6/12/2012) di Kompas TV Surabaya.

“Saat Grebek Pasar, selain dilakukan sosialisasi program kepada masyarakat juga dilakukan pelayanan KB secara gratis yang dilakukan di Mobil Unit Pelayanan KB yang telah dilengkapi dengan dokter, bidan maupun sarana medis yang memadai, juga dilaksanakan di Puskesmas terdekat,” sambung ibu dua anak yang akrab disapa Ajeng ini.

Menurut Ajeng, kegiatan Grebek Pasar pada tahun 2012 ini telah dilaksanakan di beberapa provinsi di Indonesia yang jumlah penduduknya besar, termasuk Jawa Timur. Kabupaten Ponorogo selanjutnya dipilih sebagai pilot project  pelaksanaan Grebek Pasar di wilayah Jawa Timur.

“Sejauh ini animo masyarakat Jawa Timur cukup baik. Alhamdulillah, dari pelayanan dua hari saat pelaksanaan Grebek Pasar Ponorogo, yang dipusatkan di Pasar Balong, Kecamatan Balong, berhasil dilayani kurang lebih 300 akseptor KB baru, masing – masing 100 akseptor IUD, 200 akseptor implant, dan kurang lebih 10 akseptor MOP (Medis Operatif Pria),” jelasnya.

Masih menurut wanita berkerudung ini, dalam program Grebek Pasar memang ada trik khusus untuk menarik animo masyarakat yakni dengan menyesuaikan kondisi sosiokultural masyarakat yang menjadi segmen Grebek Pasar.

“Seperti kegiatan Grebek Pasar di Ponorogo, selain dilakukan pelayanan KB secara gratis juga diselingi hiburan wayang kulit, dalam wayang kulit itu disisipkan edukasi dan himbauan kepada masyarakat untuk ikut program KB, sehingga lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat awam,” imbuhnya.

Ajeng optimis kegiatan ini mampu mengoptimalkan sosialisasi serta pencapaian peserta KB baru khususnya di Jawa Timur. Rencananya di tahun 2013, kegiatan Grebek Pasar akan segera digeber di Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa Timur, utamanya di daerah yang pencapaian peserta KB-nya masih rendah, daerah “galciltas” (tertinggal, terpencil, perbatasan), daerah yang besar angka unmetneed-nya dan daerah dengan jumlah Keluarga Pra Sejahtera atau Keluarga Sejahtera I tinggi.

“Memang program ini lebih fokus untuk pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) bagi keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I, dan juga masyarakat di daerah galciltas. Melalui program Grebek Pasar ini, diharapkan kita bisa melayani masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan akses informasi dan pelayanan KB di daerah. Bagi masyarakat yang mampu atau keluarga sejahtera tahap II dan III, kami harapkan dan akan lebih afdol jika ber-KB secara mandiri,” pungkasnya di akhir acara yang mengudara selama 30 menit tersebut. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *