Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo : BKKBN Harus Menekankan Program pada Rakyat Miskin

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo : BKKBN Harus Menekankan Program pada Rakyat Miskin

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta agar BKKBN Jawa Timur dalam program-programnya lebih menekankan kepada rakyat miskin, karena ditengah rakyat miskin tersebut masih banyak yang belum paham benar terhadap program KB , sehingga banyak diataranya yang memiliki anak lebih dari satu.

Pesan Gubernur tersebut disampaikan saat memberkan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2011 di hotel Garden (6/6)., yang ditandai dengan penandatanganan MOU antara BKKBN Jatim dan Dinas Kesehatan Jatim dalam upaya percepatan pencapaian target MDGs.

Dijelaskan oleh Gubernur, Jawa Timur dengan LPP 0,49 % dan TFR 1,64 memiliki penduduk miskin 5.529.300 jiwa atau  sebesar 15,16 persen dari penduduk Jatim sebanyak 37,4 jiwa.

”Orang menengah keatas sudah sangat melek KB, sedang yang miskin ini perlu mendapat perhatian lebih besar untuk diajak ikut KB” ujar Pakdhe Karwo, demikian panggilan akrab Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu Deputy Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Dr. Wicaksono, M.Kes mengingatkan  pentingnya pengendalian penduduk di Jawa Timur untuk dilakukan secara terus menerus mengingat kini Jawa Timur menduduki rangking ke II setelah Jawa Barat yang memiliki penduduk 44 juta jiwa.

”Dengan LPP yang ada di Jawa Timur pada 2011 ini akan terjadi 676.000 kelahiran bayi” ujar Dr. Wicaksono mengingatkan. Dengan jumlah penduduk semakin bertambah besar, menurut Dr. Wicaksono akan sangat mempengaruhi pada ekosistem, antara lain  dengan semakin menipisnya sumber air, lahan pertanian, pemukiman yang sesak dan kumuh, kemiskinan bertambah banyak dll. Ditambahkan kalau LPP tidak terus ditekan maka pada tahun 2015 penduduk Indonesia sudah akan berjumlah 250 juta jiwa dan pada tahun 2045 membengkak menjadi 450 juta jiwa.

Saat ini di Jawa Timur, menurut Dr. Wicaksono, terdapat  1,2 juta peserta KB baru yang harus mendapat perhatian. Dr. Wicaksono juga mengharapkan agar ibu-ibu yang baru saja bersalin cepat-cepat saja diajak untuk ikut ber KB. Kalau dulu ibu yang baru melahirkan menunggu 12 minggu untuk diajak ber KB lagi, kini cukup menunggu satu minggu saja.

MOU untuk percepatan pencapaian target MDGs (Millenium Development Goals) ditandatangani oleh Kepala BKKBN Jatim Djuwartini, SKM, MM dan  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Drs. Mujib Affan, MARS. Rapat Koordinasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan Jawa Timur 2011 juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Dra. Nina Soekarwo, MSi, kepala SKPD KB seluruh Jawa Timur, Kepala Rumah Sakit Derah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dll. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *