Index Berita BKKBN JATIM Songsong Keluarga Sehat dan Sejahtera Melalui Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan 2014

Index Berita BKKBN JATIM Songsong Keluarga Sehat dan Sejahtera Melalui Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan 2014

BKKBN Jatim – Pada Rabu (19/11), Perwakilan BKKBN Jawa Timur beserta PKK dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Pencanangan dan Sosialisasi Kesatuan Gerak PKK, Keluarga Berencana dan Kesehatan. Sebanyak 190 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Jawa Timur, SKPD KB Kab/Kota se-Jawa Timur dan TP PKK Kab/Kota se-Jawa Timur.
Dalam kesempatan kali ini, Ketua PKK Jawa Timur, Hj.Nina Soekarwo memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Ia menuturkan bahwa PKK, BKKBN dan Dinkes merupakan sinergi yang luar biasa. “Anggota PKK di grass road itu bersinergi dengan SKPD KB dan SKPD lain di Kabupaten/KOta setempat guna mengatasi permasalahan kesehatan. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang besar bagi negara,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan lebih signifikan mengenai peran para kader PKK untuk turut serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Mereka mendampingi para ibu-ibu yang beresiko tinggi dalam kehamilan. Sehingga pada tahun 2013 AKI Jatim bisa semakin turun menjadi 97,39/100.000 kelahiran hidup. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Namun, semua capaian tersebut tidak membuat jajaran PKK berpuas diri. “Angka tersebut sudah on the track dari target MDG’s yang 102/100.000 kelahiran hidup. Tapi yang kita inginkan adalah jangan sampai ada ibu melahirkan yang meninggal. Jika AKI di Jawa Timur turun, maka AKI Indonesia juga turun,” papar isti Gubernur Jawa Timur ini.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan bertumpu pada kegiatan-kegiatan kelompok swadaya masyarakat, PKK dan institusi KB kesehatan di desa dengan para kader sebagai ujung tombak serta keluarga sebagai fokus sasaran utama. Di samping itu, masih adanya permasalahan gizi dan kesehatan menjadi landasan untuk bergandengan tangan dengan lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat secara administrativ maupun teknis. Harapannya, keterpaduan ini bisa menangkal dampak krisis ekonomi yang berakibat pada turunnya daya beli masyarakat berdampak pada kelangsungan pemakaian alat kontrasepsi, status gizi dan kesehatan masyarakat khususnya anak balita terutama di kalangan keluarga miskin dan tertinggal seperti keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I.
Selain pencanangan, diadakan pula diskusi panel dengan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Diantaranya, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ir.Dwi Listyawardani, M.Sc,Dip.Com, Kepala Dinkes Jawa Timur dr.Harsono, dan dari pihak TP PKK Provinsi Jawa Timur. Ketiga narasumber memaparkan materi dengan fokus masing-masing. BKKBN menjelaskan tentang Strategi Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu. Dinkes menjelaskan tentang Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Posyandu, PHBS dan Lingkungan Bersih.Dari PKK Provinsi Jawa Timur menjelaskan tentang Pedoman Pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2014. Dalam pemaparannya, mereka sama-sama mengajak setiap instansi untuk secara bersama-sama dalam menangani permasalahan KB dan juga kesehatan masyarakat di Jawa Timur.
Sumber: Bidang ADPIN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *