Indonesia, Contoh Negara yang Berhasil Sukseskan Program KB

Indonesia, Contoh Negara yang Berhasil Sukseskan Program KB

Jum’at, 6 Juli 2012 18:47 wib

Khairisa Ferida – Okezone

Keluarga bahagia (Foto: Corbis)

MESKI termasuk negara yang padat penduduknya, Indonesia ternyata menjadi salah satu contoh wilayah yang berhasil menyukseskan pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).

Hal tersebut seperti dipaparkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief. Dituturkannya, ulasan tersebut nantinya bakal menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan yang akan dihadirinya yakni Family Planning Summit yang berlangsung di London, 11 Juli mendatang.

“Itu adalah pertemuan antar kepala negara untuk mengaktifkan kembali program kependudukan dan KB dunia. Jadi, pertemuan ini ialah dampak dari melonjaknya pertumbuhan penduduk di dunia,” tutur Sugiri di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/7/2012).

Lebih lanjut, Sugiri menambahkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menjalankan program KB tersebut nantinya dipaparkan dalam konferensi yang melibatkan banyak negara tersebut.

“Indonesia memiliki misi untuk menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam membangun program KB. Kita akan tunjukkan bagaimana melibatkan peran serta masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, media, serta para pendidik. Mereka memiliki fungsi serta perannya masing-masing dan kita akan katakan kepada mereka ini kunci sukses program KB di Indonesia. Jadi, inilah sisi Indonesia yang akan kita tonjolkan dalam pertemuan di London,” ungkapnya.

Sugiri juga menjelaskan, pada saat Indonesia tengah mencapai fase tertinggi ketika mendapat bantuan luar negeri dalam kurun satu tahun, biaya untuk kependudukan dan KB ini bisa mencapai sekira USD30 juta.

“Itu merupakan jumlah yang sangat besar sekali bila dibandingkan dengan anggaran saat ini. USD100 ribu saja tidak sampai. Sejak 1994 setelah konferensi ICPD di Kairo, Mesir, dana yang digunakan untuk program kependudukan dan KB itu menurun secara drastis, sehingga Indonesia juga kehilangan donasi terkait dengan anggaran pemerintah. Penurunan anggaran kependudukan dan KB di dunia, saya kurang tahu pasti. Namun, secara persentase kurang lebih tinggal 20 persen, sangat sedikit sekali,” jelas Sugiri.

Menurut Sugiri, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam isu kependudukan mengingat keberhasilan penyelenggaraan program KB di Indonesia.

“Kita sudah memiliki fakta dan hal itu yang akan saya paparkan nanti dalam pertemuan di London. Saya juga akan presentasi bagaimana Indonesia berhasil menjalankan program KB, meski berada di era pemerintahan desentralisasi. Jadi, ini merupakan salah satu contoh kesuksesan kita,” tutup Sugiri. (ind) (tty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *