Injeksi / Suntikan

suntik

Injeksi / Suntikan

SUNTIKAN HORMON PROGESTIN

Menggunakan Hormon Progestin atau metode kontrasepsi dengan menggunakan progestin, yaitu bahan tiruan dari progesteron.

KEUNTUNGAN

– Sangat efektif (0,3 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama)

– Pencegahan kehamilan jangka panjang

– Tidak berpengaruh pada hubungan suami isteri

– Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah

– Tidak mempengaruhi ASI

– Sedikit efek samping

– Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause

– Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik

– Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

– Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul

– Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sicle cell)

KETERBATASAN

– Klien sangat tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali sesuai jadwal suntikan)

– Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut

– Tidak mencegah IMS

– Terlambatnya kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian

a

a

SUNTIKAN KOMBINASI

Menggunakan Hormon Kombinasi atau metode kontrasepsi dengan menggunakan kombinasi hormon mengandung hormon esterogen dan progesteron

KEUNTUNGAN KONTRASEPSI

– Sangat efektif (0,1 -0,4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan)

– Risiko terhadap kesehatan kecil.

– Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.

– Tidak diperlukan pemeriksaan dalam.

– Efek samping sangat kecil.

KEUNTUNGAN NONKONTRASEPSI

– Mengurangi jumlah perdarahan.

– Mengurangi nyeri saat haid.

– Mencegah anemia.

– Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium.

– Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium.

– Mencegah kehamilan ektopik.

– Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul.

– Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia perimenopause.

KERUGIAN

– Pola haid tidak teratur, perdarahan bercak atau perdarahan sela sampai 10 hari.

– Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.

– Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan  suntikan.

– Efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat- obat epilepsi (Fenitoin dan Barbiturat) atau obat tuberculosis (Rifampisin).

– Penambahan barat badan.

– Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular

seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV.

q Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah

penghentian pemakaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *