Jatim Siap Bebaskan Biaya KB

Jatim Siap Bebaskan Biaya KB

Senin, 4 April 2011 | 10:05 WIB

Terus melakukan pendataan ibu hamil yang mendapatkan program persalinan gratis

SURABAYA- Program jaminan persalinan (Jampersal) gratis akhirnya juga membebaskan biaya pemasangan alat kontrasepsi sebesar Rp 25 ribu. Setelah sebelumnya hanya menggratiskan 4 kali biaya pemeriksaan selama kehamilan, persalinan dan 2 kali pemeriksaan setelah persalinan dengan senilai  Rp 420 ribu.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Drs. Ec Mudjib Afan, MARS mengatakan, langkah ini dilakukan sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah pihak bahwa program persalinan gratis ini bisa memicu pertambahan jumlah kelahiran dan ibu hamil.  “Sekarang sudah terjawab Jampersal tidak akan mengganggu program KB. Tetapi justru akan mendukung penuh dengan menggratiskan biaya pemasangan alat kontrasepsi,” kata Mudjib, Minggu (3/4).

Selain itu,  ia mengatakan,  persalinan gratis memang dikhususkan hanya untuk anak pertama dan kedua pasangan suami isteri. “Jadi seharusya tidak perlu khawatir karena program ini tidak berlaku untuk kehamilan ketiga, keempat dan seterusnya,” jelasnya.

Mudjib yang baru beberapa hari menjabat di lingkungan Dinas Kesehatan Jawa Timur juga menyampaikan, saat ini  pihaknya juga sedang merencanakan  segera menetapkan kuota ibu hamil yang ditanggung Jampersal setelah melakukan pendataan di tiap kabupaten/kota. ” Tetapi kami masih menunggu petunjuk teknis (juknis) program Jampersal dari Pemerintah pusat. Meski demikian, biaya pemeriksaan dan persalinan dipastikan akan ditanggung pemerintah. Bahkan sampai operasi caesar,” tuturnya.

Namun, ia belum memastikan berapa jumlah maksimal anggaran biaya yang  akan ditanggung. ” Kami masih menunggu juknis.Karena sampai sekarang, belum ditetapkan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sebenarnya dalam program Jampersal ini pemerintah pusat telah  menetapkan biaya pemeriksaan dan persalinan yang ditanggung, yakni Rp 10 ribu untuk tiap pemeriksaan dan Rp 350 ribu untuk biaya persalinan. Ibu hamil yang ditanggung biaya persalinannya harus memeriksakan diri minimal 4 kali selama kehamilan baik di Puskesmas maupun rumah sakit. ” Tetapi rincian jumlah pastinya yang akan ditanggung dalam program ini belum bisa dipastikan karena masih menunggu juknis,”terangnya. Meski begitu, program ini sudah bisa berjalan

Pemeriksaan maupun persalinan yang biayanya ditanggung Pemerintah juga tidak hanya dilakukan di Puskesmas maupun rumah sakit. Tapi, juga bisa di tempat praktik bidan ataupun rumah sakit swasta. Asalkan, keduanya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam program Jampersal.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana  Kota Surabaya, Ikhsan seperti diberitakan beberapa hari lalu yang sempat khawatir jampersal mengganggu program KB sangat menyambut baik langkah yang dilakukan oleh pemerintah ini. Ia berharap dengan digratiskannya pemasangan alat kontrasepsi ini dalam program jampersal bisa semakin menyukseskan program KB. Sehingga target 72 ribu akseptor program KB yang ditargetkan pada 2011 ini bisa diwujudkan. ” Kalau biasanya masyarakat malas ber KB karena tidak ada biaya, karena sekarang sudah gratis jadi tidak ada alasan lagi untuk ber KB,” pungkasnya.m8

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *