Kampung KB Desa Pandanarum Jadi Wisata Sayur di Kabupaten Blita

Sindikat Post, Blitar – Dalam rangka mengetahui suasana dan perkembangan kampung KB, awak media yang tergabung di wartawan KB melakukan kunjungan ke Kampung KB Pandanarum di dusun Klampok, desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Jumat (16/10/2020)

Kampung KB adalah wahana pemberdayaan masyarakat yang merupakan sebuah program dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Dalam kunjungan tersebut wartawan KB di sambut oleh koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Sutojayan, Muchtar, yang didampingi anggota PKB kecamatan lainnya, dan Pokja KB desa Pandanarum, serta Kepala Desa (Kades) Pandanarum, Mas’Udin beserta perangkat desa di kantor sekretariat Kampung KB desa Pandanarum.

Dalam kesempatan itu, Muchtar menjelaskan bahwa kampung KB di desa Pandanarum di bentuk tahun 2017, dan awalnya Pokja Kampung KB terdiri dari 5 Pokja yaitu, BKB, BKL, BKR, UPPKS, dan PIK R.

“Berjalannya waktu, struktur Pokja KB mengalami perubahan menjadi 8 Fungsi Keluarga. Sehingga Pokja Kampung KB tingkat desa terdiri dari pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan ada 8 seksi terdiri dari seksi reproduksi, lingkungan, ekonomi, pendidikan, perlindungan, kasih sayang, sosial budaya, dan agama,” ungkapnya.

Mochtar juga menjelaskan Pokja Kampung KB Pandanarum melakukan kegiatan 8 fungsi keluarga, antara lain seksi agama melakukan santunan anak yatim, pengajian, sosialisasi BKB oleh PLKB kecamatan Sutojayan, Safari KB di RS. Medika Utama Kanigoro, Blitar, pembuatan aneka sambal dan kue di Kampung KB di Pandanarum, kelas ibu hamil, posyandu balita dan lansia, donor darah setiap 3 bulan sekali, dan perawatan tanaman kenanga disepanjang jalan.

Dikesempatan yang sama, Kades Pandanarum, Mas’ Udin menjelaskan, berusaha maksimal untuk mensejahterakan warganya.

“Dikampung KB akan menjadi kampung sayur, setiap warga dihalaman diberikan bibit gratis, dan ada team yang mengolah terkait pemberian bibit dan panennya, Setiap panen dijual kepada pedagang keliling untuk dijual lagi ke masyarakat,” ungkap Mas’Udin.

“Awal bibit ditaruh di Polibag, dan sekarang mulai ditaruh di ban bekas yang sudah dimodifikasi sebagai pot wadah bibit sayur. Pot dari ban bekas itu bisa tahan lama, dan lebih irit,” tambahnya.

“Kita akan mengandeng beberapa pihak untuk pengembangan kampung KB wisata sayur, supaya masyarakat mendapatkan penghasilan yang lebih lagi, dan kedepan akan dijadikan kampung edukasi, setiap anak anak belajar cara merawat sayur hingga cara panen,” tambahnya.

Mas’Udin berharap dengan penanaman sayur di Kampung KB dan menjadi wisata sayur bisa  sebagai sarana mensejahterakan masyarakat dan bisa mandiri.

Pantauan awak media, disepanjang jalan, didalam halaman rumah warga Kampung KB, tampak berjajar sayur mayur yang siap panen dan masa pembibitan. Dan di wilayah Kampung KB, ada lahan sebagai pusat pembibitan, yang dikerjakan secara gotong royong dalam penyiapan bibit yang akan dibagikan ke warga Kampung KB secara gratis.

Diluar sayur mayur, Kades Mas’Udin juga menyiapkan pembibitan pohon kepala bonsai, yang bisa dikerjakan di Kampung KB, dan sebagai ciri khas desa.

diketahui, Komitmen Desa Pandanarum dalam pengembangan Pokja Kampung KB menganggarkan dana untuk Kampung KB pada tahun 2017 sebesar Rp 10.000.000, tahun 2018 sebesar Rp. 14.068.000, tahun 2019 sebesar Rp. 14.754.500, dan tahun 2020 sebesar Rp. 17.514.500, dan mengalami perubahan menjadi Rp 14.214.500.

Dikesempatan berbeda, Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa Kampung KB salah satu program BKKBN yang bisa mengurangi Stunting di masyarakat.

“Untuk mengurangi stunting di masyarakat salah satu program Bangga Kencana adalah kampung KB, di Kampung KB 8 fungsi keluarga bisa berjalan baik,” ungkapnya. @red.