“KEPENDUDUKAN”..……….KEPENDUDUKAN YANG MANAAAA……?

“KEPENDUDUKAN”..……….KEPENDUDUKAN YANG MANAAAA……?

Pembangunan Kependudukan dan program KB ke depan dapat diwujudkan secara baik dan tepat sasaran. Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan gejala ledakan penduduk. 10 tahun terakhir penduduk bertambah 32,5 juta jiwa dan rata-rata pertumbuhan 1,49 persen. Pertambahan  ini setara jumlah penduduk Kanada bahkan lebih banyak dari penduduk negeri jiran Malaysia. Jika pertumbuhan penduduk tetap 1,49 persen, maka tahun 2045 mendatang penduduk Indonesia 450 juta jiwa. Saat itu jumlah penduduk dunia diproyeksikan 9 miliar jiwa, ini artinya satu dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia.

Jumlah penduduk 2010 yang “hanya” 237,6 juta jiwa, Pemerintah sudah dipusingkan oleh subsidi yang disalurkan. Banyak permasalahan yang timbul diberbagai kota dengan sampah, banjir dan kemacetan, ini belum lagi semakin sulitnya akses air, udara bersih dan berbagai isu perubahan iklim.   Bagaimana jika penduduk Indonesia mendekati 500 juta jiwa….?

Dengan kenyataan dan perkiraan sebagaimana ulasan tersebut diatas……mau dibawa kemana Program KB Nasional dimasa datang ?.   Dengan disahkannya UU Nomor 52 tahun 2009 diikuti dengan Peraturan Presiden Nomor 62 tahun 2010 dan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 72 tahun 2011,  maka tugas dan fungsi BKKBN ke depan akan semakin berat.  Perubahan struktur organisasi dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, mempunyai konsekuensi pada tanggung jawab yang lebih besar  dalam mewujudkan keserasian pembangunan yang berorientasi pada kependudukan baik menyangkut kuantitas penduduk,  kualitas penduduk maupun mobilitas penduduk.. Nomenklatur baru BKKBN menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Kependudukan” ……Kependudukan yang mana ? .

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Republik Indonesia Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Sedangkan Kependudukan adalah hal ikhwal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas dan kondisi kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial budaya, agama serta lingkungan penduduk setempat.

Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga adalah upaya terencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi penduduk. Perkembangan kependudukan, kondisi yang berhubungan dengan perubahan keadaan kependudukan yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Sedangkan dari segi kualitas penduduk dimana kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik meliputi derajat kesehatan, pendidikan, pekerjaan, produktivitas, tingkat sosial, ketahanan, kemandirian, kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang bertaqwa, berbudaya, berkepribadian, berkebangsaan dan hidup layak.

Melihat definisi Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah. Sebagai suatu makna kehidupan masyarakat Indonesia yang hidup dalam tatanan rumah tangga, sehingga makna keluarga sangatlah kental dalam kekerabatan, kaum, famili. Sehingga di dalam tata kehidupan berkeluarga, memerlukan suatu pedoman atau aturan guna mencapai tujuan atau keinginan dari berbagai keluarga, maka pemerintah membuat suatu kebijakan agar terjadi kesamaan dalam alur tujuan berupa pembangunan keluarga yaitu upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan hidup dalam lingkungan yang sehat. Guna mencapai tujuan pembanguan keluarga di Indonesia sebagai mana yang diinginkan bersama maka Keluarga Berencana sebagai cara mencapainya dengan upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga berasaskan norma agama, perikemanusiaan, keseimbangan dan manfaat serta berdasarkan prinsip pembangunan kependudukan sebagai titik sentral kegiatan pembangunan, pengintegrasian kebijakan kependudukan ke dalam pembangunan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup melalui partisipasi semua pihak secara gotong royong. Melaksanakan serta memberikan secara bersama perlindungan dan pemberdayaan terhadap keluaga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, kesamaan hak dan kewajiban antara pendatang dan penduduk setempat dalam perlindungan terhadap budaya dan identitas penduduk lokal serta keadilan dan kesetaraan gender.

Sedangkan tujuan perkembangan kependudukan guna mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas dan persebaran penduduk dengan lingkungan hidup, dan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

 

*) agus p proklamasi ========Diklat KKB – jember,jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *