Komisi E DPRD Jawa Timur dan BKKBN Jawa Timur Duduk Bersama Antisipasi LPP di Masa Pandemi

Malang – Kepala BKKBN Jawa Timur beserta Komisi E DPRD Jawa Timur, duduk bersama melakukan pembahasan monitoring dan sharing informasi dalam rangka antisipasi Laju Pertumbuhan Penduduk di Masa Pandemi Covid-19, Selasa, (22/09). Pertemuan yang dilaksanakan di Balai Diklat KKB Malang ini mendiskusikan beberapa hal, diantaranya fenomena Covid-19 yang sangat berdampak bagi keluarga, diantaranya terkait pekerjaan, keuangan, termasuk Program Bangga Kencana.

Kepala Perwakilan Bkkbn Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd menjelaskan, di saat pandemi dikhawatirkan terjadi unwanted pregnancy yang dapat memicu fenomena baby boom. Unwanted pregnancy juga dapat berpengaruh pada pola asuh sehingga dikhawatirkan meningkatkan angka stunting. Hal ini diantisipasi BKKBN Jawa Timur dengan melaksanakan Pelayanan KB disertai protokol kesehatan dan tindakan pencegahan saat pelayanan KB seperti tes rapid, foto thorax dan cek darah.

“Disamping itu, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus-menerus, diantaranya melalui Kegiatan Rabu Berbagi, ini adalah bentuk kegiatan advokasi KIE (komunikasi, infromasi, edukasi) sekaligus wujud kepedulian kepada masyarakat di tengah pandemi dengan memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan. Kami juga mengoptimalkan pelayanan melalui layanan konseling berbasis web yaitu www.siapbahagia.com yang dapat membantu konseling remaja, keluarga, pasangan siap nikah dan memberikan informasi program secara online didukung tenaga ahli dan berpengalaman” jelas Teguh.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd pada kesempatan tersebut menyampaikan kesiapannya mendukung dan menerima masukan terkait apa yang dapat dilakukan dalam penguatan program keluarga berencana di masa pandemi. Hj. Hikmah Bafaqih juga menekankan penggarapan program KB harus diperkuat melalui kerjasama dengan mitra lintas sektor.

“Keluarga sebagai unit terkecil juga terkena dampak pandemi, yang sangat terasa adalah dari sisi ekonomi. Untuk itu, resources dalam keluarga harus dikelola seoptimal mungkin agar berdayaguna. Oleh sebab itu kegiatan ini dilaksanakan, untuk mematangkan kerjasama agar terwujud program untuk keluarga dan keluarga berencana yang lebih baik”, Bafaqih menambahkan.

Hadir dalam pembahasan tersebut dari Komisi E DPRD Jawa Timur antara lain Bapak dr. Benjamin Kristianto, MARS, Bapak Adam Rusyidi, S.Pd dan Ibu Hj. Jajuk Rendra Kresna, SE, MM.

Tindak lanjut dari pertemuan ini diantaranya, kerjasama pelayanan keluarga berencana kedepan diharapkan dapat melibatkan klinik swasta/ faskes tingkat I/ RS swasta, khususnya dalam kegiatan baksos pelayanan KB yang cenderung diminati masyarakat. Disamping itu diharapkan dukungan pemerintah daerah untuk ikut menggiatkan pelayanan KB di masa pandemi, sehingga meningkatnya angka putus pakai (drop out) peserta KB dapat diantisipasi.