Komunikasi Dalam Keluarga

Komunikasi Dalam Keluarga

Akhir-akhir ini banyak kejadian mengejutkan seputar pernikahan, misalnya saja perceraian yang banyak terjadi. Pernikahan bisa diumpamakan sebagai suatu perjalanan yang panjang, penuh lika liku. Sebagai awal proses pembentukan keluarga, pernikahan apabila tidak dipersiapkan dengan baik akan mengalami banyak hambatan. Pernikahan dengan awal yang baik akan memberikan arah yang baik dan semangat dalam menjalani lika liku hidup. Persiapan pernikahan perlu dipusatkan pada:

a. Persiapan Diri, meliputi semua usaha yang dipusatkan pada:

  • Belajar sebanyak mungkin mengenai wanita atau pria yang akan menjadi pasangannya.
  • Mempertimbangkan sejauh mana kecocokan, sesuai dengan sikap sendiri.
  • Sejauh mana pribadi masing-masing bisa saling mengisi, menyatu dalam perjalanan hidup yang akan dihadapi dan dilalui.
  • Dua orang yang akan bersatu dalam pernikahan akan membentuk keluarga yang bahagia, bila keduanya bahagia.

b. Perencanaan Hidup Berkeluarga.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pasangan yang ingin menikah:

  • Pernikahan harus didasari oleh permulaan yang baik.
  • Kesabaran dan kebijaksanaan diperlukan pada permulaan pernikahan.
  • Perlu penyesuain diri terhadap perbedaan suami dan istri.
  • Memperbanyak re-edukasi bagi masing-masing calon pengantin.
  • Perlu Pengertian antar suami dan istri.
  • Lebih banyak memberi daripada menerima akan memberikan kebahagiaan.
  • Menciptakan kebiasaan yang baik dan wajar.
  • Suami dan Istri bisa saling menjadi pemimpin.
  • Kebersamaan dalam pernikahan berdasarkan persamaan hak.
  • Perlu kesabaran .
  • Perlu menunjukkan perhatian dan penghargaan terhadap pasangan.
  • Saling menghargai pasangan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
  • Memupuk minat bersama.
  • Memebina dan memelihara pernikahan agar bahagia.
  • Kasih dan cinta perlu ditumbuhkan, dikembangkan, dipelihara dan dipertahankan.

 

Berikut beberapa tips mengatasi kesulitan dalam pernikahan:

1. Menghadapi kenyataan

Suami istri perlu menghadapi kenyataan hidup dari semua yang terungkap dan tersingkap sebagai suatu tim dan menanggulanginya dengan bijaksana.

2. Penyusaian timbal balik.

Perlu usaha terus menerus dengan saling memperhatikan, mengungkapkan cinta dengan tulus, menunjukkan pengertian, penghargaan, serta memberikan dukungan dan semangat dalam usaha membina hubungan yang sehat.

3. Latar belakang suasana yang baik.

Untuk menciptakan suasana yang baik, perlu di latarbelakangi oleh pikiran, perbuatan dan tindakan yang penuh kasih sayang.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menciptakan  suasana baik dengan memperhatikan:

  1. Masing-masing tidak kehilangan individualitasnya.
  2. Azas berbagi sama, harus diterapkan seluas mungkin.
  3. Berusaha menjauhkan, menghentikan kebiasaan atau hal- hal yang tidak disenangi oleh suami atau istri yang dapat menimbulkan kejengkelan pasangan.
  4. Setiap tindakan dan keputusan yang penting harus dibahas bersama terlebih dahulu. Kebiasaan ini akan memelihara kepercayaan terhadap pasangan dan menjamin terjadinya kerjasama.
  5. Setiap pasangan harus berusaha sedapat mungkin menambah kebahagiaan pasangannya.
  6. Dengan bertambahnya usia pernikahan, bertambah pula kemahiran dalam mengatasi masalah. Muncul masalah lain yang menggerogoti hubungan, harus segera diatasi dan dihentikan sedini mungkin. Hal ini dapat diatasi dengan menjalin komunikasi yang harmonis secara terus menerus.

 

I. Usaha meningkatkan pengertian bisa dicapai melalui:

  • Menambah pengetahuan mengenai latar belakang dan perilaku, yang dapat dicapai dengan cara banyak membaca buku-buku psikologi, majalah dan karya ilmiah yang membahas perilaku manusia.
  • Mengamati dengan cermat perilaku dan perubahan ekspresi wajah dan tubuh dari pasangan

 

II. Usaha mencapai komunikasi yang baik dalam hidup berumah tangga dapat dicapai melalui:

  • Membina dan memupuk komunikasi di dalam keluarga.
  • Membina dan memupuk hubungan baik yang dilandasi norma agama dan norma masyarakat agar tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis.

SUMBER : 

Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga; Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dan Dra. Ny. Singgih D. Gunarsa; PT. BPK Gunung Mulia, 2008.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *