Kuatkan Sinergitas dengan Mitra Kerja, BKKBN Jatim Lakukan Perjanjian Kerjasama dengan Pangdam V/Brawijaya

BKKBN Jatim – Sebagai tindaklanjut penandatanganan MoU pada Rakornis Kemitraan Program Bangga Kencana yang dilaksanakan di Jakarta awal tahun 2020, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Kodam V/ Brawijaya. Hal ini merupakan bentuk penguatan Kerjasama dan komitmen mitra kerja guna mendukung dan menyukseskan program Bangga Kencana.Penandatanganan PKS dilakukan secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso M.Pd dan Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M.

Dalam kesempatan ini, Kang Teguh (sapaan akrab Kaper BKKBN Jatim:red) memaparkan kondisi program KB di masa pandemi yang tentunya membutuhkan dukungan penuh dari jajaran TNI. “Masa pandemi, dukungan Jajaran TNI untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk ber KB, dan ibu-ibu tidak hamil dulu dimasa pandemi. Atas bantuan TNI terbukti pelayanan KB serentak 28-29 Juli 2020 dari 33 ribu peserta KB meningkat menjadi 77 ribu peserta KB. Dan Kodim Nganjuk menjadi Kodim terbaik yang mendapatkan penghargaan dari Kepala BKKBN. Dimasa pandemi, Drop Out (DO) Peserta KB meningkat, hal itu dikarenakan banyak orang yang tidak datang ke faskes karena mematuhi protokol kesehatan, tapi tanpa dukungan TNI, saya yakin DO akan lebih tinggi lagi,” jelas Kang Teguh.

Sementara itu, Mayjend TNI Widodo Iryansyah, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya atas penandatanganan PKS. “Penandatangan Perjanjian Kerjasama ini adalah penandatangan kedua kalinya, sebelumnya pada tahun 2016-2020 dan bermanfaat khususnya bagi BKKBN Jawa Timur, dan masyarakat pada umumnya. Semoga lebih baik dari periode sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan masukan agar dilaksanakan evaluasi atas Kerjasama yang telah dilaksanakan selama ini sehingga bisa dijadikan bahan perbaikan untuk kedepannya. “Kami sarankan kita lakukan evaluasi bersama, mendatangkan tim bapak dan saya. Apa yang dikerjakan kita evaluasi. Ada yang menyimpang dan kekurangan menjadi motivasi kita kedepan untuk diperbaiki,” paparnya.

“Dan kegiatan pada tahun 2016-2020 belum tentu bisa dilakukan di 2020-2024. karena perkembangan jaman. Kami siap melakukan evaluasi bersama. MoU ini mengikat institusi saya. Dan Perjanjian ini untuk mensukseskan program Bangga Kencana. Evaluasi secara bersama, bisa mengetahui kelemahan masing-masing dan diperbaiki. Mudah-mudahan kerjasama empat tahun ini bisa lebih sukses dibanding empat tahun kebelakang. Kita tidak boleh menyalahkan pandemi, itu pemikiran mundur, tetap jalankan program tapi harus mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (Bidang ADPIN).