Lucy Kurniasari, Anggota Komisi IX DPR RI Apresiasi Capaian Pendataan Keluarga di Kota Surabaya

Surabaya (Rabu, 1/09/2021) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur bersama DPR RI Gelar Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan aksi kemitraan antara Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dengan mitra kerja Komisi IX DPR-RI yang diwakili oleh Dra. Lucy Kurniasari. Kegiatan ini, selain dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., juga dihadiri oleh Widyaiswara Ahli Utama BKKBN dr. Abidinsyah Siregar, DHSM, M.Kes, Perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak (DP5A) Kota Surabaya serta kelompok sasaran program Bangga Kencana, yaitu Ibu-ibu PUS yang ada di wilayah Ketintang.

Melalui kegiatan kali ini, Lucy Kurniasari sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat Kota Surabaya dalam mendukung suksesnya Pendataan Keluarga tahun 2021 yang dilakukan oleh BKKBN mulai 1 April 2021 hingga 31 Mei 2021. Pendataan Keluarga di Surabaya mencapai angka 97,55%.

Lucy Kurniasari menjelaskan, “Pendaatan Keluarga ini sangat penting untuk mengetahui real data mengenai keluarga di seluruh wilayah, data ini juga bisa dipakai oleh Kementerian/Lembaga lain.”

Lucy Kurniasari, angota Komisi IX DPR RI

Sukaryo Teguh juga menambahkan bahwa kesuksesan Pendataan Keluarga di Kota Surabaya ini luar biasa karena hasil dari Pendataan Keluarga nantinya dapat menjadi informasi tentang keluarga yang akurat dalam rangka penurunan Stunting. Selain itu, turut berpartisipasi dalam program Bangga Kencana juga merupakan salah satu upaya terbaik untuk mencegah Stunting.

“Keluarga akan mendapatkan ilmu bagaimana mengasuh anak dengan baik, merangsang tumbuh kembangnya dan memberikan gizi terbaik untuk anak,” terang Sukaryo Teguh.

Selanjutnya, Abidinsyah Siregar mengemukakan bahwa data Stunting di Kota Surabaya sesuai Pendataan Keluarga adalah sekitar 16,8%, artinya data ini termasuk rendah apabila dibandingkan dengan data nasional. Dengan kata lain, Pengetahuan masyarakat Kota Surabaya tentang aspek kesehatan gizi keluarga khususnya ibu dan anak termasuk sangat baik. (Humas)