Menjadi Orang Tua Hebat dalam Mengasuh Anak (1)

Diposting 16-Nov-2015 Oleh

BKB_1

Membangun Keluarga merupakan awal lahirnya generasi mendatang. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat merupakan tempat untuk mendidik dan membentuk watak moral serta melatih kebersamaan sebagai bekal kehidupan bermasyarakat. Calon ayah dan ibu perlu menentukan keluarga seperti apa yang menjadi impian, pilihan dan harapannya serta perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi ayah dan ibu bagi anak-anaknya.

Bagaimana membangun sebuah keluarga?? Untuk membangun sebuah keluarga harus direncanakan misalnya : 1. Merencanakan usia pernikahan (20-30 thn), 2. Membina hubungan antar pasangan dengan keluarga lain dan kelompok social, 3. Merencanakan kelahiran anak pertama untuk persiapan menjadi orang tua, 4. Mengatur jarak kelahiran .

Penerapan pola asuh juga perlu memperhatikan keunikan anak. Anak memiliku kekhasan sifat-sifat yang berbeda dari satu anak ke anak yang lain. Oleh karena itu pada kasusu tertentu, orang tua dapat menerapkan beberapa pola asuh secara bergantian untuk menghadapi anak. Bagaimana Pola Pengasuhan Efektif terhadap anak :

  1. Dinamis : Orang tua harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan jaman dan mampu mengubah cara-cara berinteraksi dengan anak pada saat yang tepat.
  2. Sesuai kebutuhan dan kemampuan anak : Pada usia balita orang tua menerapkan pola asuh yang tuntutan dan batasan yang tinggi dalam rangka membentuk kebiasaan positif pada anak. Ketika anak sudah lebih besar orang tua dapat melonggarkan batasan karena anak sudah mampu melakukannya sendiri.
  3. Ayah dan Ibu Konsisten : Ayah Ibu harus memiliki kesamaan dalam penerapan nilai-nilai, contoh : jika ibu mengajarkan sikap hemat, ayah juga melatih anak hemat dan tidak memberi anak uang di luar pengetahuan ibu.
  4. Menjadi teladan positif : Pola asuh harus disertai teladan perilaku positif dari orang tua. Orang tua harus menjadi contoh tingkah laku yang ingin dibentuk.
  5. Komunikasi yang baik : Orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak. Ciptakan suasana nyaman ketika berkomunikasi agar anak berani mengungkapkan perasaan dan permasalahan yang sedang dihadapinya.
  6. Memberikan Pujian : Berikan pujian atau penghargaan kepada anak ketika mereka melakukan suatu hal yang baik.
  7. Mempunyai pemikiran ke depan : Membiasakan untuk membuat aturan bersama dengan anak. Contoh : waktu tidur malam adalah jam 21.00
  8. Melibatkan anak : Membuat aturan untuk disepakati bersama dengan anak anda tentang kegiatan sehari-hari
  9. Sabar : Menggunakan kata-kata yang baik ketika mengingatkan anak (jangan gampang marah dan hindari kata-kata kasar)
  10. Memberi Penjelasan :Perintahkan anak dengan kata-kata yang jelas
  11. Realistis
  12. Menjaga Kebersamaan :Buatlah aturan untuk disepakati bersama dengan anak anda tentang kegiatan sehari-hari.

Selain itu ada faktor-faktor yang penting dalam pengasuhan anak yaitu : Orang tua perlu menerapkan disiplin dalam membentuk tingkah laku positif dan kebiasan ibadah yang berkaitan dengan hukum-hukum dalam agama, selain itu juga diperlukan untuk mengajari anak untuk mengerti petunjuk, peraturan dan perintah orang dewasa. Disini orang tua diharapkan mengulang-ulang peraturan, perintah, petunjuk dan harapan agar anak melakukan tingkah laku yang diinginkan. Selain itu peraturan harus bersifat : masuk akal, positif, jelas dan adil.

Bagaimana cara berkomunikasi ketika anak sedang bermasalah dengan perasaannya? Orang tua harus dapat memahami perasaaan anak ketika sedang marah, sedih atau kesal menghadapi kejadian dirumah. Hal ini akan membuat anak nyaman dan mau meneruskan berbicara. Pada saat anak sedang marah, kesal atau sedih lakukan mendengar aktif. Jika orang tua menggunakan cara-cara berkomunikasi yang baik dan memahami perasaan anak, anak akan tumbuh bahagia dengan konsep diri yang positif karena merasa dihargai dan diperhatikan. Contoh kalimat positif yang dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak adalah : “Sarah hebat sudah bisa makan sendiri”, “Ibu bangga Ani dapat berkata baik”.

Nah bagaimana membentuk tingkah laku yang positif pada Anak :

  1. Keteladanan : dengan keteladanan, orang tua menjadi contoh nyata bagi anak dalam berbagai, contoh : berkata jujur, senang membaca, berkata yang baik, sikap dermawan, menolong orang lain, tingkah laku yang baik
  2. Pembiasaan : Tingkah laku yang sudah dicontohkan oleh orang tua akan menjadi tingkah laku yang baik bila sering diulang-ulang secara terus-menerus. Orang tua membuatkan jadwal bagi anak dari pagi hingga malam dan mengajarkan etika, moral dan kebiasaan yang baik dirumah. Dengan membuatkan jadwal, orang tua dapat membiasakan anak untuk mengikuti aturan dan anak akan terarah kegiatannya dan terhindar dari pengaruh buruk lingkungan
  3. Pemberian penghargaan dan Konsekuensi : Pemberian penghargaan dilakukan sebagai konsekuensi atas tingkah laku anak. Jika orang tua ingin tingkah laku yang baik menjadi kebiasaan anak, orang tua harus memberikan penghargaan dalam bentuk hadiah. Contoh : diusap kepalanya, diberi sebuah jeruk atau sepotong kue.

Sebaliknya jika anak melakukan tingkah laku yang kurang baik, yang tidak diinginkan orang tua, orang tua harus menunjukkan sikap tidak suka sehinggan anak tahu bahwa tingkah lakunya tidak disukai atau tidak benar. Pembentukan Konsep Diri Anak juga sangat penting. Orang tua diharapkan tidak memberi cap pada anak seperti : “ anak bodoh”, “anak nakal”, “Anak pemalas”. Pemberian cap akan membekas dalam diri anak dan akan mempengaruhi pembentukan konsep dirinya. Bagi anak cap tersebut adalah suatu gambaran diri bahwa “aku” seperti itu, jadi lama kelamaan akan terbentuk dalam benaknya “Oh aku ini bodoh?” apalagi bila si pemberi cap seperti itu adalah orang yang yang mempunyai kedekatan emosional dengan anak seperti orang tua atau pengasuhnya. Oleh karena itu orang tua diharapkan memberi penghargaan kepada anak atas tingkah laku positif seperti : “Ibu bangga adik sudah dapat makan sendiri”.

Melibatkan peran ayah juga sangat penting, ayah sama baiknya dengan ibu dalam mengenali dan merespon kebutuhan-kebutuhan bayi dan anak yang lebih besar. Ayah juga berperan sebagai guru, panutan atau penasehat. Ayah yang ikut serta mengasuh bayi dan anaknya dapat membuat anak cerdas di sekolah dan mempunyai nilai-nilai akademis yang bagus. Sebaliknya ayah yang tidak peduli dan tidak mau terlibat dapat membuat anak memiliki masalah seperti kenakalan dan depresi di kemudian hari. Ayah memiliki peranan yang sangat penting dalam keluarga. Keterlibatan ayah memiliki dampak positif terhadap : Anak lebih cerdas, Memperbanyak kosakata anak, Anak lebih terampil, Prestasi di sekolah lebih baik, Perilaku buruk berkurang, Anak lebih aktif, Peluang karir lebih baik, Resiko kenakalan remaja berkurang, Anak tidak mudah stress, Anak mudah beradaptasi, Anak sehat secara mental, Anak Mudah bergaul, Anak lebih sehat dll. Apa yang bisa dilakukan ayah agar terlibat dalam pengasuhan, diantaranya adalah :

  1. Mendampingi kehamilan : Ayah ikut mendampingi ibu dalam mendampingi ibu dalam pemeriksaan kandungan dan persiapan kehamilan. Kehadiran ayah mempengaruhi kondisi emosi ibu yang baik dan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin
  2. Turut merawat bayi dan melakukan aktivitas bersama anak : Ayah ikut mengganti popok, memandikan, menggendong dan memberi makan. Interaksi yang dilakukan sejak awal akan membantu anak merasakan kehadiran ayah. Hal ini dapat membantu pendekatan emosi antara ayah dengan anak, selain itu ayah juga dapat mendukung ibu untuk memberikan ASI.
  3. menciptakan komunikasi yang baik. Hal itu semua tentunya perlu kerjasama dan dukungan dari ibu, karena banyak ayah yang merasa kurang percaya diri dalam menangani anak-anaknya .

 

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, para orang tua memiliki bekal yang cukup untuk membantu anak-anaknya menjalani masa balitanya dengan benar, baik dan menyenangkan. Sehingga bisa mengikuti tumbuh kembang anak dan pembentukan karakter anak.

Sumber –  Menjadi Orang Tua Hebat Dalam Mengasuh Anak – Buku 1 BKB BKKBN –

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kategori



Archieve



Tag