MEROKOK ADALAH PINTU MENUJU DUNIA HITAM PADA REMAJA

MEROKOK ADALAH PINTU MENUJU DUNIA HITAM PADA REMAJA

Sebuah Analisa Data SDKI 2007

Remaja indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern, yang juga mengubah norma-norma, nilai-nilai dan gaya hidup mereka. Remaja yang dahulu terjaga secara kuat oleh sistem keluarga, adat budaya serta nilai-nilai tradisional yang ada, telah mengalami pengikisan yang disebabkan oleh urbanisasi dan industrialisasi yang cepat. Hal ini diikuti pula oleh adanya revolusi media yang terbuka bagi keragaman gaya hidup dan pilihan karir. Berbagai hal tersebut mengakibatkan peningkatan kerentanan remaja terhadap berbagai macam bentuj penyimpangan perilaku.Penelitian-penelitian mengenai kaum remaja di Indonesia pada umumnya menyimpulkan bahwa nilai-nilai hidup kaum remaja sedang dalam proses perubahan. Remaja Indonesia dewasa ini nampak lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh berbagai institusi di Indonesia selama kurun waktu tahun 1993-2002, menemukan bahwa lima sampai sepuluh persenBerdasar  data SDKI untuk melihat perilaku berhubungan sex, merokok, minum alkohol dan pacaran dapat dilihat beberapa perbandingan sebagai berikut: Dibanding seluruh responden remaja pada SDKI 2007 sebesar 19.311 remaja:  –                    Remaja yang pernah melakukan hubungan sex sebesar 801 (4,15% )-                    Remaja yang pernah minum alcohol sebesar 4.749 (24,29%)-                    Remaja yang pernah mencoba merokok sebesar 10.167 (52,65%)-                    Yang Remaja yang pernah pacaran sebesar 14.343 (74,27%)-                    Remaja yang pernah melakukan keempatnya sebesar 596 (3,09%)Dari 801 remaja yang pernah melakukan hubungan sex 74,41% atau 596 remaja pernah mencoba merokok, minum alcohol dan pacaran. Dari 4.749 remaja yang pernah minum alcohol 12,55% atau 596 remaja pernah mencoba merokok, minum alcohol dan melakukan hubungan sex. Dari 10.176 remaja yang pernah mencoba merokok 5,86% atau 596 remaja pernah  minum alcohol, pacaran dan berhubungan sex. Dari 14.343 remaja yang pernah pacaran 4,16% atau 596 remaja pernah mencoba merokok, minum alcohol dan berhubungan sex.Berdasarkan uraian diatas menjadi menarik untuk mengetahui pola perilaku pada remaja yang pernah melakukan hubungan seksual. Apakah berhubungan dengan perilaku lain yaitu merokok, minum alcohol dan pacaran. Analisa data SDKI berikut ingin mengetahui apakah ada hubungan antara umur pertama melakukan hubungan sex dengan umur pertama merokok, minum alcohol dan pacaran pada remaja.Teori asosiasi perilaku menyatakan bahwa perilaku yang memiliki keterdekatan atau kemiripan akan diasosiasikan sebagai perilaku yang sama, cenderung dilakukan bersama dan saling berhubungan. Dalam kasus ini perilaku berhubungan sex dan perilaku merokok, minum alcohol serta pacaran memiliki keterdekatan, jadi akan cenderung saling berhubungan dan dilakukan bersama dalam arti remaja yang pernah mencoba merokok akan cenderung mencoba minum alcohol, berpacaran dan sampai pada melakukan hubungan sex. Keterdekatan ini diperkuat berbagai factor, antara lain kesamaan tempat melakukan. Perilaku-perilaku tersebut sering dilakukan di luar rumah dan diluar sekolah, sehingga control dari orang tua maupun guru tidak ada. Factor lain adalah adanya kecenderungan peer group atau teman sebaya yang tinggi pada remaja, hal ini akan mempermudah satu sama lain untuk saling mempengaruhi untuk melakukan sesuatu.Kondisi emosional remaja yang masih belum stabil, penggunaan nalar yang belum mapan, standar nilai moral yang terdistorsi oleh nilai-nilai baru akibat globalisasi dan modernisasi, adalah factor-faktor lain yang memungkinkan tumbuh suburnya perilaku-perilaku menyimpang pada remaja. Selain itu pencarian identitas diri dan keinginan untuk mencoba hal baru juga turut mendukun munculnya perilaku menyimpang. Umur pertama kali ketika remaja melakukan hal tersebut dapat menjadi ukuran untuk mengetahui apakah perilaku-perilaku tersebut saling berhubungan. Hal ini terkait dengan pertanyaan apakah perlilaku-perilaku tersebut cenderung dilakukan bersamaan dan saling berhubungan atau tidak. Analisis data dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan antara umur pertama kali hubungan seksual dengan umur pertama kali merokok, minum alcohol dan pacaran. Uji statistic yang digunakan adalah korelasi ganda kendall,s dan spearman’s, metode ini dipilih karena semua variable bersifat metric dan tidak memenuhi asumsi normalitas sehingga menggunakan  uji korelasi ganda nonparametric. Hasil uji korelasi ganda adalah sebagai berikut: Hasil perhitungan korelasi product moment yang terdiri dari empat variable yang dikroskan lewat baris atas dan kolom kiri ke bawah, koefisien korelasi product moment  kendall dan spearman  (kendall and spearman correlation), dan taraf signifikansi kurve dua ekor (sig. (2-tailed)). Korelasi antara umur pertama kali melakukan hubungan sex (sebagai variable tergantung) dengan umur pertama merokok positif dengan besar korelasi 0,2 (kendalls) dan 0,259 (spearman) dengan taraf signifikansi dua ekor 0,001. Sementara korelasi antara umur pertama kali melakukan hubungan sex  dengan umur pertama minum alkohol positif dengan besar korelasi 0,363 (kendalls) dan 0,469 (spearman) dengan taraf signifikansi dua ekor 0,001. Korelasi antara umur pertama kali melakukan hubungan sex  dengan umur pertama kali pacaran positif dengan besar korelasi 0,431 (kendalls) dan 0,525 (spearman) dengan taraf signifikansi dua ekor 0,001. Sedangkan antara variable bebas yaitu umur pertama merokok, umur pertama minum alcohol dan umur pertama pacaran juga terlihat saling berkorelasi dengan rincian sebagai berikut: Korelasi antara umur pertama kali merokok dengan umur pertama minum alkohol positif dengan besar korelasi 0,414 (kendalls) dan 0,535 (spearman) dengan taraf signifikansi dua ekor 0,001. Sementara korelasi antara umur pertama kali merokok  dengan umur pertama kali pacaran positif dengan besar korelasi 0,238 (kendalls) dan 0,306 (spearman) dengan taraf signifikansi dua ekor 0,001. Korelasi antara umur pertama kali minum alkohol  dengan umur pertama kali pacaran positif dengan besar korelasi 0,288 (kendalls) dan 0,362 (spearman) dengan taraf signifikansi dua ekor 0,001.Variable bebas yang memiliki korelasi terbesar terhadap variable tergantung (umur pertama melakukan hubungan sex) adalah umur pertama kali pacaran, kemudian umur pertama minum alcohol dan yang korelasinya paling kecil adalah umur pertama merokok.  Dari analisa tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :1.    Ada korelasi positif antara umur pertama melakukan hubungan sex dengan umur pertama merokok, minum alcohol dan pacaran, dengan urutan besar korelasi umur pertama pacaran, kedua umur pertama minum alcohol dan ketiga umur pertama merokok. Jadi variable-variabel tersebut memiliki asosiasi dan saling berhubungan, semakin muda remaja mulai merokok,  pacaran dan minum alcohol maka semakin muda juga dia melakukan hubungan seksual. 2.    Ada korelasi positif antara umur pertama merokok dengan umur pertama minum alcohol dan pacaran. Begitu juga ada korelasi positif antara umur pertama minum alcohol dengan umur pertama pacaran.Dapat dikatakan bahwa antara merokok, minum alcohol, pacaran dan berhubungan sex pada remaja adalah perilaku yang saling berasosiasi dan memiliki keterdekatan. Jadi ketika remaja sudah mulai merokok kemungkinan akan diikuti minum alcohol, pacaran maupun sampai pada melakukan hubungan seksual. Namun demikian perilaku mana yang merupakan titik awal munculnya perilaku yang lain tidak dapat ditentukan karena semua perilaku saling berhubungan. (taufik d)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *