Orang Tua Menjadi Kunci Revolusi Mental Pembentukan Keluarga Berkarakter dan Berkualitas

Orang Tua Menjadi Kunci Revolusi Mental Pembentukan Keluarga Berkarakter dan Berkualitas

BKKBN Jatim – Istilah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” nampaknya bisa menggambarkan mengenai hasil perkembangan anak dari sebuah keluarga, khususnya orang tua. Seperti apa pola asuh yang diterapkan orang tua, maka seperti itulah perilaku yang akan dilakukan oleh seorang anak. Oleh karena itu, keluarga menjadi pondasi pertama sebagai penentu keberhasilan masa depan anak.

Bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut resolusi Majelis Umum PBB (dalam Megawangi, 2004), fungsi utama keluarga adalah”sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga, sejahtera”.

Menurut pakar pendidikan, William Bennett (dalam Megawangi, 2004), keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain untuk memperbaiki kegagalan-kegagalannya.

Keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) untuk memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak di rumah. (Latifah;2011)

Dari pihak keluarga perkembangan pendidikan sudah dimulai semenjak masih dalam kandungan. Anak yang belum lahir sebenarnya sudah bisa menangkap dan merespons apa-apa yang dikerjakan oleh orang tuanya, terutama kaum ibu. Menurut Megawangi (2004), anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang segara optimal.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala BKKBN, dr.Surya Chandra Surapaty, MPH,PhD pada talkshow di salah satu TV swasta di Indonesia pada Senin (27/07). Ia menjelaskan bahwa orang tua harus melakukan revolusi mental. “Mereka harus merubah mental negatif menjadi mental positif. Sosialisasikan budaya toleran, gotong royong serta hormat dan sopan santun kepada sesepuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BKKBN mempunyai beberapa program untuk mendukung pembentukan karakter anak melalui peran orang tua. Diantaranya, tribina BKB,BKR,BKL dan juga program 1000 hari menjadi orang tua hebat. “Periksakan kehamilan, melahirkan dan juga laksanakan Inisiasi Menyusui Dini. Selama 6 bulan usahakan ASI eksklusif karena ASI sangat bergizi bagi pertumbuhan otak. Kalau 1000 hari pertama dilaksanakan dengan baik, maka anak bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan kuat,” paparnya.

Apa yang dilaksanakan dan diharapkan oleh BKKBN ini tentu membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya dari PKK. dr. Erni Guntari Tjahjo Kumolo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Pusat menjelaskan saat talkshow bersama Kepala BKKBN bahwa PKK mendukung seluruh program BKKBN tersebut. “Melalui kader PKK yang ada di daerah-daerah, kami mengajak masyarakat untuk rajin ke posyandu, memeriksakan kehamilan dan lain sebagainya. Bahkan, saat ini kami sedang menjalankan pelatihan parenting kepada para kader agar mereka bisa melakukan edukasi kepada masyarakat tentang cara mendidik anak yang mulia dan berakakter,” jelas istri Menteri Dalam Negeri tersebut.

Oleh karena itu, sudah saatnya orang tua melakukan refleksi diri dan berbenah. Tanamkan mental positif dan lakukan pola asuh yang benar guna membentuk generasi dan keluarga yang berakakter dan berkualitas.

Sumber: Bidang ADPIN BKKBN Jatim

Comments (2)

  • agung hermawan Reply

    dalam sebuah keluarga, orang tua sangat berperan dalam pembentukan karakter seorang anak. setuju dengan judul artikel ini

    28 September 2015 at 7:54 AM
  • Roy Hendra Reply

    Ibu adalah madrasah cinta bagi anak-anaknya, dari ibu yang baik akan melahirkan generasi penerus yang baik. :-)

    28 September 2015 at 8:18 AM

Tinggalkan Balasan ke agung hermawan Batalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *