PAKDE KARWO SAMPAIKAN SALAM PRESIDEN KEPADA KADER PKK DAN KB JATIM

PAKDE KARWO SAMPAIKAN SALAM PRESIDEN KEPADA KADER PKK DAN KB JATIM

Di tengah-tengah acara Gebyar Kader KB Dalam Mendukung 10.000 Taman Posyandu di Jawa Timur, di Gedung Juang Kabupaten Nganjuk, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang akrab dengan sapaan Pakde Karwo, tiba-tiba  meninggalkan tempat acara. Ternyata Pakde baru saja menerima telepon dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono. Pakde Karwo menyampaikan bahwa seluruh Kader KB dan Kader PKK mendapat salam  dari Presiden RI.

“Maaf tadi saya baru saja menerima telepon dari Bapak Presiden. Beliau minta kepada saya untuk menyampaikan pesan dan salam untuk ibu-ibu Kader PKK dan KB yang sedang berkumpul saat ini,” ujar Pakde Karwo yang disambut antusias dengan tepuk tangan seluruh hadirin yang memadati Gedung berkapasitas 3.000 orang tersebut.

Selain itu Pakde  Karwo juga menyampaikan bahwa Pak SBY menanyakan harga gabah di Jawa Timur, yang dijawab saat ini mencapai Rp. 3.650,- sampai Rp. Rp. 4.000,- per Kg. Selanjutnya SBY berpesan kepada seluruh rakyat Jawa Timur agar gabah yang ada tidak tergesa-gesa dijual terlebih  dahulu, tetapi dikeringkan dan disimpan hingga 2 bulan mendatang gabah kering giling ini bisa laku sampai Rp. 6.000,-.

“Gabah kering panen kita keringkan dulu agar punya nilai tambah dan akan meningkatkan nilai tukar petani. Kalau ada kebutuhan yang mendesak dan tidak terlalu besar bisa pinjam di BPR terdekat,” lanjut Pakde Karwo.

Pada kesempatan bertemu dengan ibu-ibu itu Pakde Karwo juga minta agar masyarakat Nganjuk khususnya dan Jawa Timur tidak mengonsumsi buah-buahan dan hortikultural import (dari luar negeri), karena mengandung bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan, seperti parafin ataupun obat-obatan lainnya yang dapat menyebabkan impotensi.

“Tanya pak dokter, parafin berbahaya bagi pencernaan dan dapat mengurangi libido para suami,” katanya disambut tepuk tangan para hadirin.

Tidak lupa Pakde Karwo memberikan apresiasi kepada seluruh Kader KB dan Kader PKK yang bekerja sepenuh hati tanpa imbalan demi tercapainya program penekanan angka pertumbuhan penduduk. “Kerja keras Kader KB dan PKK memberikan hasil penurunan balita kurang gizi karena asupan menjadi 38 persen,” jelasnya.

“Disamping itu juga dibuktikan dengan  LPP (Laju Pertumbuhan Penduduk) Kabupaten Nganjuk menjadi  0,32 persen, hal tersebut harus dijaga dan jangan sampai mencapai 0,5 persen. Sementara Usia Harapan Hidup mencapai 70 tahun. Pertumbuhan penduduk tinggi akan sangat mempengaruhi perkembangan pembangunan lainnya,” ungkapnya.

Dengan dicanangkannya 10.000 Taman Posyandu, Pakde Karwo mengharapkan pada tahun 2045, balita saat ini bisa menjadi pionir-pionir bangsa, dapat bersaing di dunia internasional. Karena Bangsa Indonesiasejak dini telah mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, asih, asuh dan asah yang sehat. (AT/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *