Pantau Pelaksanaan Anggaran dan Pencapaian Program Melalui Vicon dan Radalgram

Pantau Pelaksanaan Anggaran dan Pencapaian Program Melalui Vicon dan Radalgram

BKKBN Jatim – Kamis (25/2) Biro Keuangan dan Pengelolaan BMN BKKBN menggelar Video Conference (Vicon) terkait Sosialisasi Pelaksanaan Anggaran BKKBN Tahun Anggaran 2016. Kegiatan yang wajib diikuti Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pembuat SPM, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pembantu Pengeluaran di tingkat Pusat dan di tiap Satker Perwakilan BKKBN ini membahas empat materi penting yaitu : 1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.02/2016 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2016; 2) Standar Biaya Masukan Tahun 2016; 3) Realisasi Anggaran Online dan 4) Pedoman Pelaksanaan Anggaran Tahun 2016. Tiga narasumber dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementrian Keuangan dihadirkan untuk memaparkan peraturan baru di tahun 2016 yang menjadi landasan para pengelola anggaran dan pelaksanakegiatan dalam menjalankan tugas dan fungsi yang berkenaan dengan anggaran.

Suharto, salah satu narasumber DJA yang hadir menjelaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam proses penganggaran di berbagai Kementerian dan Lembaga perlu memiliki kesamaan persepsi sehingga proses penganggaran berjalan lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu perlu diperkuat melalui dukungan aplikasi sistem penganggaran, baik aplikasi internal maupun aplikasi eksternal DJA. Intinya adalah untuk tujuan simplifikasi, kemudahan, dan kecepatan mekanisme penganggaran.

Sedangkan Zainuri Imam S.membahas Pokok Pokok Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.02/2016 yang baru diundangkan pada bulan Januari 2016 lalu. Zainurimenekankan,peraturan ini diutamakan untuk menjaga kualitas belanja anggaran pada kementrian atau lembaga. Walaupun terdapat beberapa perubahan dari aturan sebelumnya, namun untuk alur revisi tidak banyak mengalami perubahan. Narasumber ketiga,Jauhar Farid Yulianto,mengulas tentang Standar Biaya Masukan Tahun 2016 dimana terdapat beberapa penyempurnaan satuan dan penjelasan lampiran dari tahun sebelumnya, antara lain honorarium penanggungjawab pengelola keuangan, honorarium perangkat Unit Layanan Pengadaan, Satuan Biaya Sewa Kendaraan hingga Satuan Biaya Pemeliharaan Operasional Kendaraan Dinas.

Usai vicon, pada hari yang sama dilaksanakan Radalgram (Rapat Pengendalian Program) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timurdipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Dihadiri Eselon III, Eselon IVdan pejabat fungsional, kegiatan tersebut membahas realisasi pencapaian program KB dan realisasi anggaran Provinsi Jawa TimurBulan Januari 2016.

Terkait realisasi, Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc. Dip.Com menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus sesuai AJK. “Kita harus mendayagunakan potensi di tiap bidang masing – masing agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal yag ditentukan,” jelasnnya.

Sedangkan untuk kegiatan pelayanan KB serentak di tahun 2016 ini akan dilaksanakan secara periodik setiap bulannya di tiap fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten/ Kota. “Saat ini kita harus konsisten melaksanakan pelayanan serentak, tanpa menunggu momentum khusus. Kabupaten/ Kota diharapkan bisa menjadwalkan pelayanan di seluruh faskes setiap bulan, mudah – mudahan ini bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Sampai dengan Januari 2016 pencapaian peserta KB dari semua metode (PB Total) adalah sebesar 68.096 atau sejumlah 8,65% dari PPM PB tahun 2016.Alat atau obat kontrasepsi suntik dan pil masih menjadi primadona yang paling banyak digunakanakseptor, dengan prosentasi masing-masing sebesar 60,46% dan 21,25% dari PB total.
Sumber: Humas BKKBN Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *