Peluncuran ICPD Beyond 2014 Global Youth Forum: Saatnya Anak Muda Bergerak

Peluncuran ICPD Beyond 2014 Global Youth Forum: Saatnya Anak Muda Bergerak

BKKBN, Jakarta, 13 Agustus 2012 – Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah ICPD Beyond 2014 Global Youth Forum (GYF). Pertemuan ini akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, pada 4-6 Desember 2012. Forum ini diadakan oleh UNFPA bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaga PBB lainnya. Acara ini sendiri merupakan puncak dari upaya UNFPA, lembaga-lembaga PBB lainnya, kaum muda, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk menerjemahkan aspirasi partisipatif dari ICPD 1994, yaitu menjadi sebuah jaringan advokasi pemuda yang berkelanjutan.

Pertemuan ini adalah wujud implementasi Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 65/234 tahun 2011 tentangFollow-up to the Internasional Conference on Population and Development (ICPD)”. Resolusi ini pada intinya mendorong agar negara-negara anggota PBB kembali berkomitmen untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Aksi (Programme of Action – PoA) pada Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (International Conference on Population and Development – ICPD) di Kairo, Mesir, pada tahun 1994, pasca tahun 2014. Resolusi ini kemudian diadopsi pada Sidang Sesi ke-45 Komisi Kependudukan dan Pembangunan (the 45th Session of Commission on Population and Development) tahun 2012.

GYF bertujuan untuk membangun platform bagi orang muda di seluruh dunia untuk mempertahankan diskusi tentang isu-isu yang relevan untuk mereka, khususnya lima pilar GYF. Kelima pilar GYF tersebut adalah menjaga kesehatan (staying healthy), mendapatkan pendidikan (getting an education), memiliki pekerjaan dan mata pencaharian (employment and livelihood), keluarga dan kesejahteraan (family and well being), serta partisipasi penuh dalam bermasyarakat (fully inclusive civic participation). GYF dipandang sebagai suatu upaya yang lebih efektif untuk menghubungkan isu-isu tersebut dengan pelaksanaan agenda kependudukan dan pembangunan setelah tahun 2014 dan agenda pembangunan PBB setelah tahun 2015.

GYF diharapkan akan dihadiri dan diikuti oleh para pejabat pemerintah negara-negara anggota PBB, staf PBB, termasuk Direktur Eksekutif UNFPA, Dr. Babatunde Osotimehin, serta sekitar 900 – 1.000 peserta dari seluruh dunia. Para peserta terdiri atas satu orang perwakilan pemerintah dan satu orang pemimpin muda dari 194 negara anggota PBB, lembaga-lembaga PBB, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), youth-lead organizations, young people networks, jurnalis, sektor swasta, dan sebagainya. Selain para peserta yang hadir, forum ini juga akan diikuti secara virtual – diharapkan terutama oleh anak-anak muda – dari berbagai penjuru dunia melalui koneksi real-time dan social media. Karena diorganisasikan sebagai sebuah world cafe dan tidak mempunyai struktur sebagai sebuah konferensi, GYF menjadi ajang yang unik. Lebih jauh lagi, GYF dijadikan sebagai sebuah gerakan orang muda yang bertujuan untuk menarik perhatian PBB dan pemerintah negara-negara untuk berinvestasi pada anak muda.

Sekretariat GYF ini juga mempersiapkan sebuah konser musik sebagai penutup acara. Konser musik ini akan menampilkan artis-artis Indonesia dan internasional. Sama dengan forumnya, konser musik ini akan dapat dinikmati secara virtual oleh anak-anak muda di berbagai belahan dunia.

UNFPA dan BKKBN mengundang para pemangku kepentingan urusan remaja dan pemuda – lembaga-lembaga pemerintah, LSM, dan organisasi-organisasi anak muda – untuk mengikuti acara Peluncuran Global Youth Forum 2012. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin, 13 Agustus 2012 pada pukul 13.00 – 16.00 WIB di @america, sebuah pusat kebudayaan Amerika, lantai 3 Pacific Place Mall, Jakarta Selatan. Peluncuran GYF ini dihadiri oleh John Choi (Kedubes AS), Jose Ferraris (UNFPA Indonesia Representative), Heidi Arbuckle (Ford Foundation), dan Sugiri Syarief (Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Dalam acara Peluncuran GYF ini diadakan diskusi terbuka mengenai pengalaman dan pelajaran terkait isu-isu remaja dan pemuda di Indonesia, khususnya lima pilar dalam GYF 2012, yaitu menjaga kesehatan, mendapatkan pendidikan, lapangan pekerjaan dan mata pencaharian, keluarga dan kesejahteraan, serta partisipasi penuh di masyarakat. Dalam diskusi ini dibahas tema yang disajikan oleh para narasumber, yaitu Global Youth Forum: Youth Rights at the Heart of Development oleh Jose Ferraris (UNFPA Indonesia Representative), Indonesia’s Participation in the Global Youth Forum oleh Eddy Hasmi (Kepala Pusat Pelatihan dan Kerja Sama Internasional Kependudukan dan KB BKKBN); dan Global Youth Voice: Youth Voluntareerism in America oleh Sylvie Young (Asisten Atase untuk Budaya, Kedubes AS), serta Youth Role in the Global Youth Forum oleh Rishita Nandagiri (Internasional Steering Committee) – melalui skype video call dari Afrika Selatan.

Melalui acara Peluncuran GYF ini diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda, akan menyadari pentingnya forum ini. Selain itu, acara ini juga dapat menjadi ajang berbagi pengalaman dan pelajaran mengenai isu-isu remaja dan pemuda khususnya lima pilar GYF di atas. Terakhir, diskusi yang diadakan diharapkan akan dapat menghasilkan rekomendasi yang nyata bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk menangani isu-isu remaja dan pemuda di Indonesia. Peluncuran GYF akan diakhiri dengan tweet We are Indonesian Youth and we are ready for @ICPDBeyond2014 Global Youth Forum #GYF2012 #Bali”. (AH/AT)

Sumber : Siaran Pers BKKBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *