Pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan

Diposting 16-Feb-2016 Oleh

Pertanyaan “kapan nikah” bagi sebagian orang ibarat perintah untuk sesegera mungkin menyudahi status lajang. Padahal, menikah bukanlah ajang balapan untuk memburu siapa yang tercepat karena mengarungi bahtera rumah tangga tidaklah semudah berjalan diatas kasur empuk. Banyak sekali kerikil bahkan badai yang akan menghadang. Sehingga hal tersebut membutuhkan banyak persiapan mental, psikis serta finansial.
BKKBN sebagai instansi yang mempunyai misi mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera tentunya memiliki program guna menggapai misi tersebut. Melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) BKKBN mengharapkan para calon suami istri nantinya bisa berhasil dan benar-benar siap untuk memasuki jenjang pernikahan.
Menurut BKKBN, usia ideal menikah bagi perempuan minimal 21 tahun dan 25 tahun untuk laki-laki. Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty berpendapat bahwa pernikahan di usia dini khususnya remaja akan menghilangkan kesempatan seseorang untuk sekolah dan mematangkan kejiwaan. Jika dipaksakan sambil sekolah, orang tua tidak akan maksimal menjalankan peran sebagai pendidik bagi anak-anaknya.
Di Jawa Timur sendiri, meski rata-rata Usia Kawin Pertama (UKP) sudah 21 tahun, namun masih ada beberapa daerah di Jawa Timur yang memiliki UKP < 21 tahun. Misalnya saja, berdasarkan data Susenas 2013, UKP terendah di Jawa Timur ada di Kabupaten Sumenep sebesar 17,73. Di beberapa daerah di Sumenep masih banyak pasangan yang menikah pada usia muda. Umumnya, disana banyak terjadi pernikahan tanpa cinta dikarenakan tuntutan orang tua yang mengharuskan anaknya menikah dengan calon yang sudah ditentukan biasanya masih ada hubungan kerabat. Tak jarang perjodohan dilakukan sejak anak masih sangat kecil. Ujung dari semua ini adalah perceraian karena pasangan muda belum siap menghadapi kesulitan dalam pernikahan dan ego masing-masing yang tinggi.

Fenomena nikah muda di Sumenep tersebut hendaknya bisa menjadi rambu-rambu dan pertimbangan agar tidak menikah di usia muda. Menikah di usia muda akan membawa banyak konsekuensi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial, disamping itu menikah di usia muda memiliki potensi lebih besar gagal (cerai) karena ketidaksiapan mental dalam menghadapi dinamika rumah tangga tanggung jawab atas peran masing masing seperti dalam mengurus rumah tangga, mencukupi ekonomi dan mengasuh anak.

Inilah hal yang menjadi perhatian pemerintah untuk menunda usia pernikahan wanita muda. Bukan saja ancaman perceraian karena kondisi psikis yang masih labil, namun juga berkenaan dengan kehamilan muda yang penuh resiko, baik dari segi kesehatan fisik maupun emosional. Berikut ini ada beberapa alasan mengapa hamil muda itu beresiko bagi ibu hamil:

Emosi Yang Belum Stabil
Wanita hamil di usia muda 16-19 tahun biasanya memiliki emosi yang belum stabil. Emosi yang belum stabil ini bisa ditunjukkan dari rasa cemas dan stress secara berlebihan, bahkan hal ini bisa berdampak fatal pada keguguran.

Kelahiran Prematur
Tingkat kematangan alat reproduksi wanita hamil muda belum sempurna sehingga belum bisa berfungsi optimal sehingga beresiko menyebabkan kelahiran prematur bahkan ada juga yang sampai menyebabkan kematian ibu hamil.

Pendarahan dan infeksi
Otot rahim yang dimiliki wanita hamil muda masih terlalu lemah untuk berkontraksi sehingga bisa menyebabkan pendarahan dan infeksi. Apalagi jika penanganannya ditangani dengan alat yang tidak steril, sangat mungkin bisa berujung pada kematian.

Proses Melahirkan Lebih Sulit
Di usia muda, pertumbuhan tulang panggul wanita masih belum sempurna sehingga berpegaruh terhadap letak janin dalam rahim. Dan ini bisa menyebabkan ibu muda lebih sulit mengejan pada saat melahirkan. Selain itu, kondisi organ reproduksi ibu muda yang belum sempurna juga belum bisa memberikan perlindungan yang sempurna pada janin terhadap ancaman penyakit selama dalam kandungan. Sehingga tidak jarang bayi yang terlahir bisa mengalami kelahiran prematur dan gampang terinfeksi virus.

Sumber: Bidang ADPIN BKKBN Jatim (Diolah dari berbagai sumber)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kategori



Archieve



Tag