Peringati Penduduk 7 Milyar : Perwakilan BKKBN Jatim Pilih Bayi Idaman

Peringati Penduduk 7 Milyar : Perwakilan BKKBN Jatim Pilih Bayi Idaman

Dalam rangka menandai kelahiran penduduk dunia ke 7 milyar, Perwakilan BKKBN Jawa Timur dalam waktu dekat mengagendakan pemilihan bayi idaman dan Population Awardbagi Kabupaten/Kota, serta renungan bayi lahir ke 7 milyar  juga dialog interaktif antara Menko Kesra, Kepala BKKBN dan Gubernur Jawa Timur dengan masyarakat Jawa Timur, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh kependudukan  dll.

“Mengapa kita memilih bayi idaman, padahal  kelahiran penduduk ke 7 milyar bukanlah suatu kegembiraan yang harus disambut dengan suka cita, tetapi disambut dengan keprihatinan.  Bayi idaman adalah bayi yang lahir karena memang diidamkan oleh keluarga itu oleh masarakat, oleh semua,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ibu Djuwartini, SKM, MM kepada BKKBN Jatim Com. Ditambahkan, bayi idaman adalah bayi yang lahir karena direncanakan, dari keluarga yang menikah juga dengan direncanakan, dari keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Bukan bayi yang merupakan anak ketiga dan selanjutnya. Bayi yang benar-benar berkualitas.

Untuk memilih bayi idaman tidaklah gampang, banyak kriteria yang ditentukan, maka diharapkan setiap kabupaten/kota menjagokan bayi idamannya untuk dipilih di tingkat Jawa Timur.

Menurut Ibu Djuwartini, SKM, MM setiap hari di Jawa Timur lahir bayi sebanyak 1500 orang. Dari jumlah itu akan dicari bayi yang lahir paling awal di tanggal 31 Oktober 2011, sudah barang tentu dengan kriteria-kriteria antara lain seperti tersebut diatas.

Disamping pemilihan bayi idaman, BKKBN Perwakilan  Jawa Timur juga akan memilih Kabupaten Kota di Jawa Timur yang paling peduli dengan masalah Kependudukan dan KB, untuk diberikan penghargaan Population Award. Sebagai dewan juri yang akan menilai Kabupaten Kota calon penerima Population Award ini direncanakan menunjuk perwakilan dari Universitas Airlangga, Koalisi Kependudukan dan Dinas/ Instansi terkait.

Untuk Renungan dan Dialog direncanakan diadakan pada tanggal 18 November 2011 diBalai Pemuda Surabaya dengan mengundang seluruh komponen masarakat. Diharapkan dalam dialog tersebut diperoleh masukan apa-apa yang harus dilakukan Jawa Timur dalam menangani masalah KKB.

“Dalam acara tersebut juga akan dilaunchingPerilaku Hidup Berwawasan Kependudukan,” tandas Ibu Djuwartini, SKM, MM.

Untuk mendukung gerakan Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan, diharapkan dapat segera diimplementasikan  pemberian materi KKB ini dalam materi pengajaran  para siswa dari tingkatSD/Madrasah, hingga perguruan tinggi. Tentang bagaimana implementasinya, akan dibicarakan lebih lanjut di tingkat pusat antara BKKBN, Departemen Pendidikan dan Departemen Agama dalam waktu dekat ini. (At/humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *