PKK Mitra Kami Terdekat

PKK Mitra Kami Terdekat

Keberhasilan pelaksanaan program KB di Jawa Timur memang patut membuat sosok yang satu ini bangga. Sebab, kiprah Jatim dalam pelaksanaan program KB telah beberapa kali diakui secara nasional maupun internasional melalui sejumlah penghargaan.

Bahkan dalam peringatan Hari Keluarga ke-18 di tingkat nasional maupun provinsi, sederet penghargaan telah dikantongi kebupaten / kota di Jawa Timur. Dari sekian capaian prestasi, keberhasilan pelaksanaan program KB sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari peran kader-kader PKK mulai dari tingkat dasa wisma, desa / kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Taerkait itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov. Jatim Djuwartini, SKM, MM mengakui akan kedekatan hubungan antara BKKBN dan PKK.

“BKKBN dan PKK itu sudah sangat akrab. Hubungan kita tidak pernah stagnan. Sebab, PKK mitra kami terdekat. Dalam pembangunan dan ketahanan keluarga, PKK berperan sangat besar. PKK ingin mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, kami pun begitu. Jadi ibaratnya, kita satu sisi dalam satu gerbong yang sama, sepanjang tahun sejak awal hingga akhir,” ungkap Djuwartini.

Lantaran merasa satu visi, Djuwartini pun mengajak para kader PKK untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keterampilannya di masyarakat, khususnya terhadap ibu-ibu di pedesaan. Baginya, kader-kader PKK yang tersebar hingga ke level dasa wisma akan mampu memonitor ibu-ibu di sekitarnya yang sedang hamil atau usai melahirkan.

Ia berpesan, kader-kader PKK itu hendaknyan memberikan arahan kepada mereka yang telah melahirkan untuk mengikuti program KB, apapun jenisnya, “Kalau istrinya tidak mungkin, ya dari pihak suami. Saya kira itu menjadi tugas kita bersama.”Tandasnya. Dari semua program yang dilakukan bersama-sama dengan PKK, goalnya adalah tercapainya penurunan angka LPP (Laju Pertumbuhan Penduduk) dan peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

“Itu adalah hasil konsultante terakhir dari semua program yang kita jalankan bersama. Jadi, harus sinergis. Semuanya harus melakukan kegiatan yang bermuara kesana. Khusus keberhasilan capaian LPP, semuanya memang harus saling memberi kontribusi.” Ujarnya.

Djuwartini juga mengimbau kepada PLKB (Petugas Lapangan KB) untuk terus melakukan bimbingan kepada kader-kader PKK di lapangan . PLKB adalah PNS fungsional yang berfungsi untuk mendidik agar kader-kader PKK bisa melakukan upaya yang sinergis untuk mensukseskan program KB.

Kepada kader-kader PKK, Djuwartini juga berharap agar setiap kader yang bertugas di wilayah tugasnya masing-masing jangan sampai ketinggalan dengan berbagai informasi tentang KB.

Kader-kader juga jangan sampai ketinggalan terhadap informasi berbagai permasalahan keluarga. Mereka juga harus bisa mengajarkan bagaimana mendidik ibu-ibu di desa supaya bisa mengasuh dan mendidik anaknya. Jangan sampai ada yang ketinggalan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.

Khusus terkait keberhasilan BKKBN dan TP PKK dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana, ia mengungkapkan, saat ini Jatim didiami penduduk sekitar 37.637.411 jiwa. Jumlah peserta KB di provinsi ini mencapai 5.646.375 jiwa dari Pasangan Usia Subur (PUS) 7.729.901 jiwa. Posisi ini sudah mencapai replacement level. Artinya setiap wanita digantikan oleh satu anak perempuannya untuk menjaga kelangsungan pergantian generasi, yaitu 1,64%.

Kondisi tersebut bagi Djuwartini sangat menggembirakan karena hal itu tercermin dari hasil sensus penduduk tahun 2010. “Laju pertumbuhan penduduk di Jatim sudah relatif stabil dalam periode sepuluh tahun terakhir, yaitu 0,49%,” katanya.

Seperti yang diketahui, prestasi Pemprov Jatim yang mendukung sukses program KKB telah diakui secara nasional, diantaranya dengan dicapainya penghargaan Muri untuk Pelayanan Media Operative Pria (MOP) di Kabupaten Situbondo sebanyak 340 akseptor, pelayanan alat kontrasepsi implan di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 6.011 akseptor.

“Tidak itu saja, juga dianugerahkan penghargaan Lencana Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN kepada Gubernur Jatim dr. H. Soekarwo, Bupati Bojonegoro Drs. H. Suyoto, Walikota Batu Edy Rumpoko dan Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Dra. Hj. Ita Triwibawati, Ak, M.Si.

 

Sumber : Radar Jatim 1-15 April 2012 hal. 1

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *