Rapat Kosolidasi Seksi Bidang Penunjang

Rapat Kosolidasi Seksi Bidang Penunjang

Surabaya, 5 sampai dengan 8 April 2010 telah dilaksanakan kegiatan Kosolidasi Seksi (KOSI) Bidang Penunjang yang di hadiri ± 700 orang peserta terdiri dari Kepala Seksi Penunjang (Bidang Sekban, Bidang IKAP, Bidang Supervisi dan Latbang) dari BKKBN Seluruh Indonesia dan juga BKKBN Pusat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 2 tempat yaitu Hotel Tunjungan dan Hotel Majapahit Surabaya.

Dalam acara pembukaan yang di hadiri Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Dra. Hj. Nina Soekarwo , MSi, dan para Muspida serta mitra kerja, kepala rumah sakit, Para Pejabat Eselon I dan II BKKBN Pusat, yang dilaksanakan di Gedung Impirial Palace Kepala BKKBN DR. dr. Sugiri Syarief, MPA menekankan bahwa Faktor spesifik yang akan mewarnai tahun 2010, tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis negara kita, dan pada tataran operasional di lapangan kemungkinan akan menjadi hambatan bahkan masalah bila tidak segera diatasi, antara lain:

  1. Persiapan terhadap Nomenklatur BKKBN dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, sesuai dengan amanah UU 52 tahun 2009 pasal 53.
  2. Tahun 2010 sebagai tahun pertama RPJMN 2010 – 2014 yang didalamya BKKBN mendapat amanah untuk mendukung keberhasilan Program Prioritas Nasional antara lain :  Melanjutkan Revitalisasi Program KB dan Penyerasian Kebijakan Kependudukan serta memberikan dukungan terhadap supply penguatan penyediaan sarana pra sarana pelayanan KB bagi 23.000 KKB pemerintah /swasta.
  3. Sensus Penduduka tahun 2010 akan menjadi Raport keberhasilan Program KB tahun 2000 – 2010.
  4. Inpres No. 1, tanggal 18 Pebruari 2010  tentang prioritas pembagunan nasional tahun 2010 dimana program prioritas ke 3 adalah revitalisasi Program KB.

Kemudian beliau menambahkan bahwa target BKKBN hingga akhir RPJMN tahun 2014 adalah TFR = 2,1 dan NRR = 1, untuk mencapai hal itu maka pada tahun 2010 ini kita harus mengerjakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Terlayaninya peserta KB baru sekitar 7,1 juta peserta, dimana 3,7 juta diantaranya adalah peserta KB baru dari tahapan keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera 1 atau keluarga miskin dan sekitar 254,5 ribu adalah peserta KB baru pria.
  2. Meningkatnya peserta KB aktif menjadi sekitar 26,7 juta peserta, yang terdiri dari 11,9 juta peserta KB aktif keluarga pra-sejahtera dan KS 1 atau keluarga miskin dan sekitar 659,5 ribu peserta kb aktif pria.
  3. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan keluarga akseptor tentang: pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak melalui kelompok BKB; pembinaan kualitas kehidupan keluarga lansia melalui kelompok BKL; dan usaha peningkatan pendapatan ekonomi keluarga melalui pembinaan kelompok kegiatan usaha ekonomi produktif keluarga.

Pembangunan Kependudukan dan KB tahun 2010 telah tertuang pada Kontrak Kinerja Provinsi (KKP)  yang telah di tanda tangani antara pusat dan Provinsi. KKP adalah sebagai alat ukur kinerja provinsi dalam memfasilitasi Kabupaten/Kota untuk menurunkan TFR melalui peningkatan ke ikut sertaan ber KB. “apapun programnya, yang penting KKP tercapaidemikian slogan dari pak giri.

Saatnya sekarang, saudara-saudara merenungkan dan menerapkan nilai-nilai CUK yakni Cerdas, Ulet dan Kemitraan dengan baik agar saudara dapat memberi sumbangan yang berarti dalam  mencapai KKP dipropinsi saudara-sudara. Pelajari dan kembangkan 4 (empat) modal utama yang ada dalam setiap diri manusia, yakni intelegentia capital, social capital, truth capital dan soft capital sebagai jalan untuk menerapkan nilai-nilai CUK dalam berinteraksi dengan mitra kerja pada berbagai tingkatan agar KKP dapat tercapai. Saya tidak ingin ada daerah yang mendapat julukan Indah kata dari rupa, hanya karena ingin mencapai KKP. saya menyambut gembira tema pertemuan ini yakni “melalui konsolidasi kepala seksi bidang service center, kita tingkatkan kapabilitas dalam mendukung pencapaian kontrak kinerja provinsi tahun 2010, karena sangat sejalan dengan strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan

Pada sambutannya Bapak Gubernur Provinsi Jawa Timur yang di bacakan oleh Sekwilda Pemprov. Bapak DR. H. Rasiyo, MSi, mengucapkan terima kasih kepada BKKBN Pusat yang mempercayakan penyelenggaraan KOSI dilaksanakan di Jawa Timur yang merupakan provinsi yang aman, tentram, nyaman, sehingga para peserta dapat merumuskan tugas-tugas service center dalam mendukung mission center untuk pengembangan program kependudukan dan KB sesuai dengan Visi misi BKKBN “Penduduk Tumbuh Seimbang 2015”. Lanjutnya saat ini LPP di Jawa Timur berhasil diturunkan dari 1,71% di tahun 1970 menjadi 0,52% di tahun 2009, berada di bawah rata-rata nasional 1,3% ditahun 2009, sedangkan TFR mampu diturunkan dari  4,72 pada tahun 1970 menjadi 1,9 pada tahun 2009, dari data diatas memberi gambaran bahwa program KB dalam kurun waktu 40 tahun berhasil mencegah terjadinya pertambahan penduduk ± 28 Juta Jiwa. Untuk kedepan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan selalu berusaha menjadi yang terdepan dalam program pengendalian penduduk dan KB.

Untuk peserta KB Baru 2009, jawa timur telah mencapai 1.030.354 akseptor (118,3 %) dari Pemenuhan Permintaan Masyarakat (PPM) sebesar 871.053 dan memberikan kontribusi yang bermakna terhadap pencapaian tingkat nasional (RPJM 2004 -2009) sebesar 18,3 % (159.297 akseptor PB), sehingga dalam penilaian KKP mendapat peringkat terbaik untuk provinsi Jawa Bali dan peringkat 6 besar tingkat nasional dalam penilaian seluruh indikator.

Pada hari selasa, 6 April 2010 Mission center yang terdiri dari Deputi KSPK dan KBKR menyampaikan materi tentang kebijakan operasional dan strategi pada masing-masing kedeputian, dan dilanjutkan pertemuan pada setiap kedeputian di bidang penunjang agar lebih fokus pada pemantapan Plan Of Action serta kebijakan operasional dan strateginya.

Acara berakhir hari rabu malam di tandai dengan acara penutupan yang dimeriahkan dengan berbalas pantun pada sambutan penutupan oleh Bapak Sestama DR. Sudibyo Alimusa, MA. dan Bapak Drs. Muhammad Is, MM  Kepala BKKBN Prov. Jatim. Pada sambutan penutupan Bapak Sestama atas nama Kepala BKKBN mengucakan terima kasih dan rasa puas serta bangganya kepada tuan rumah (BKKBN Prov. Jatim) yang dinilai sudah sangat berhasil menjadi tuan rumah yang baik dalam melaksanakan KOSI bidang penunjang ini. (rr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *