Roadshow MUPEN dan Motor KB Awali Rangkaian Grebek Pasar di Ponorogo

Roadshow MUPEN dan Motor KB Awali Rangkaian Grebek Pasar di Ponorogo

 

Ponorogo – Sabtu pagi, (03/11) tepatnya pukul 8.30 WIB, rangkaian kegiatan Grebek Pasar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dimulai. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung dua hari hingga Mingu, 4 November 2012 ini diawali dengan pelepasan pawai MUPEN (Mobil Unit Penerangan) dan motor PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) Kabupaten  Ponorogo, oleh Deputi ADPIN (Advokasi Penggerakan dan Informasi) BKKBN, Drs. Hardiyanto. Pawai diberangkatkan dari Kantor KB Kabupaten Ponorogo untuk kemudian melakukan roadshow di sepanjang Kecamatan Balong, dan finish di Pasar Balong, Ponorogo.

Sebanyak kurang lebih 176 orang peserta mengikuti roadshow, termasuk di dalamnya adalah Kepala UPTB, PLKB se Kabupaten Ponorogo, dan karyawan – karyawati Badan KB Kabupaten Ponorogo. Turut mengawal jalannya roadshow, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk; Drs. Wendy Hartanto, Kepala Biro Keuangan; Drs. Sugilar, Deputi Bidang KSPK (Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga); Drs. Siswanto, Direktur HAL (Hubungan antar Lembaga); Dra. Hj. Paulina, JS, MM, Direktur Advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi Edukasi); Drs. Yunus Patriawan, M.Si dan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Djuwartini SKM, MM.

“Hari ini kita laksanakan kegiatan roadshow yang merupakan bagian dari tindak lanjut MUPEN On the Road beberapa waktu lalu. Ini merupakan sarana KIE yang bagus karena bisa mengingatkan masyarakat akan program KB (Keluarga Berencana). Setelah ingat, jadi praktek KB.” jelas Drs. Hardiyanto saat memberikan sambutan sesaat sebelum memberangkatkan rombongan.

“Jadi jangan lupa, selama Roadshow MUPEN harus nyetel  (membunyikan, red) Mars KB. Kalau perlu berhenti di keramaian, nyalakan Mars KB. Supaya masyarakat lebih peka terhadap KB,” pesannya.

Menurut Hardiyanto, Grebek Pasar ini diadakan guna mendukung keberhasilan program Kependudukan dan KB Nasional melalui KIE secara terarah dan intensif. Dimana sejak awal pelaksanaannya, program KKB menempatkan informasi sebagai salah satu kekuatan utama untuk mengubah nilai, sikap dan perilaku masyarakat. Pasar tradisional kemudian dipandang sebagai lokasi yang strategis untuk sosialisasi program KKB karena didalamnya banyak terjadi aktifitas  antara penjual dan pembeli yang melibatkan begitu banyak orang.

“Dan untuk itu, sosialisasi seperti ini kemudian harus diikuti dengan pelayanan KB supaya tidak melempem. Jadi saling dukung, ada MUPEN KB, ada motor KB, juga ada pelayanan,” lanjut Hardiyanto.

Rampung pawai MUPEN dan motor KB, rangkaian Kegiatan Grebek Pasar hari pertama dilanjutkan dengan pemutaran film dan pagelaran wayang kulit. Sementara pada hari kedua, masih di lokasi Pasar Balong, dilaksanakan pembukaan secara resmi oleh Deputi ADPIN yang dihadiri pula oleh Bupati Ponorogo. Sedangkan pelayanan akseptor KB IUD, Implant dan MOP dilaksanakan dua hari berturut – turut pada tanggal 3 dan 4 November di Puskesmas Kec. Balong dan MUYAN KB yang stand by di lokasi Pasar Tradisional Balong. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *