Sebanyak ​21 Pejabat Fungsional BKKBN Jatim Dilantik Secara Virtual

Surabaya –  Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, dr. Hasto Wardoyo, SP.OG melalui daring melantik para pejabat di lingkup BKKBN. Pejabat BKKBN Jawa Timur yang dilantik hari ini berjumlah 21 pejabat. Jumat (17/7/2020).

Pelantikan pejabat dilingkup kerja BKKBN Jawa Timur berdasarkan keputusan kepala BKKBN nomor: 1833 tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Administrator kedalam Jabatan Fungsional melalui Mekanisme Penyetaraan berlangsung di ruang Lestari kantor Perwakilan BKKBN Jawa Timur jalan Airlangga 31-33 Surabaya.

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo via daring mengambil sumpah para pejabat yang dilantik, “Saya sebagai Kepala BKKBN secara resmi melantik pejabat baru dilingkup kerja BKKBN, saya percaya pejabat baru bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang diembannya,” tegas Hasto.

 

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas, dan sambutan kepala BKKBN. “Pejabat fungsional telah mengikuti peraturan yang baru tentang penyerdanaan organisasi, perubahan struktur, dan transformasi administrasi ke fungsional, perubahan yang sifatnya komplek membawa dampak yang luas dalam kerja,” ungkap Hasto.

“Ada 671 pejabat BKKBN baik pusat dan provinsi yang dilantik hari ini. Masih ada 298 pejabat yang akan dilantik kedepan, yang sekarang masih menunggu proses validasi di Menpan-RB. Jadi total semua adalah 900 an pejabat yang dilantik,” ungkap Hasto.

Hasto berharap semua pejabat yang dilantik mempunyai spirit dalam bekerja, meningkatkan kinerja dalam pencapaian indikator dengan lebih baik,. Lebih fokus, lebih cepat. Dan para pejabat fungsional mendapat kesejahteraan kenaikan pangkat lebih cepat.

Menpan-RB, Tjahyo Kumolo, dalam kesempatan itu mengatakan Tata kelola birokrasi Indonesia untuk bisa maju, bermatabat dan bersaing dengan negara lain adalah pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyerderhanaan birokrasi.

“Perubahan struktural ke fungsional bisa lebih bagus, lebih profesional dalam bekerja, dan tunjangan pasti akan meningkat. Dan juga layanan masyarakat bisa dengan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih cepat didalam keadaan darurat,” ungkap Tjahyo Kumolo.

Tjahyo Kumolo berpesan kepada para pejabat yang dilantik harus taat kepada pimpinan. “Sebagai ASN tegak lurus harus taat kepada pimpinan, mengikuti kerja secara profesional,” pesannya.

Pak Teguh, panggilan akrab Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur, seusai pelantikan saat diwawancarai mengatakan, “Kita berharap dengan penyederhanaan birokrasi produktifitas kerja organisasi semakin baik, lebih lentur menyesuaikan perkembangan jaman.”

“Pelantikan ini belum selesai, masih ada 10 pejabat lagi yang akan dikukuhkan. Para JF yang baru dilantik tetap menjalankan tugasnya sesuai jabatan sebelumnya sambil menunggu arahan lebih lanjut dari BKKBN. Kita memiliki Renstra sebagai pedoman arah kebijakan kita untuk melakukan program-program di Provinsi yang dijabarkan dengan kontrak kinerja tahunan,” tambah pak Teguh.

“Kita perlu menyesuaikan dengan alam kefungsional yang mempunyai ciri birokrasi mandiri dan produktif, Jadi kalau tidak produktif kenaikan pangkat akan mengalami kesulitan. Artinya BKKBN akan menyesuaikan dengan produktifitas,” tambah pak Teguh.

Terkait pelayanan BKKBN Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat, pak Teguh menyampaikan, “Sosiliasi, advokasi, terus digencarkan, kawan-kawan jaringan media terus kita tingkatkan. BKKBN Provinsi Jawa Timur, yang tahun ini kita harapkan yang sudah ZI-WBK (Zona Intregritas Wilayah Bebas Korupsi) menjadi Zona Integritas  menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI-WBBM),” pungkas pak Teguh. (humas)