Seluruh Kecamatan di Bojonegoro Kini Punya Kampung KB

Seluruh Kecamatan di Bojonegoro Kini Punya Kampung KB

-Diresmikan Serentak, Satu Dusun Tiap Kecamatan-

Senin (02/05) Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, M. Si., secara resmi mencanangkan Dusun Santren, Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro sebagai Kampung KB. Istimewanya pencanangan kali ini, tidak hanya di satu dusun, melainkan diikuti peresmian 27 dusun dari 27 kecamatan lainnya sebagai Kampung KB. Sehingga total 28 kecamatan yang ada di Bojonegoro saat ini sudah memiliki masing – masing satu dusun percontohan Kampung KB.

Suyoto mendukung penuh program Kampung KB. Program ini diharapkan dapat bersinergi dengan Gerakan Desa Sehat Cerdas yang mulai tahun lalu telah dilaksanakan di desa – desa di Bojongero.

Bupati yang sering dipanggil Kang Yoto ini menekankan, melalui Kampung KB seluruh komponen masyarakat diharapkan berperan aktif, khususnya dalam satu dusun harus gotong royong, saling mengingatkan untuk menyiapkan anak – anak yang berkualitas. Kita gelorakan KB. Di Dusun Santren ini masih 63% yang ikut KB, yang belum ikut KB segera menyusul,” tegas Kang Yoto.

“Saat ini kompetisi sudah nyata, anak – anak Bojonegoro, wong Bojonegoro, harus sehat, cerdas, produktif, bahagia. Bila produktif berkarya pasti bisa hidup lebih baik. Untuk itu anak – anak kita nantinya harus berkualitas, adaptif, inovatif dan unggul,” tuturnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Dr. Dwi Listyawardani, Ir., M. Sc, memberi apresiasi positif keseriusan komitmen pemerintah daerah Kabupaten Bojonegoro dalam menggarap program Kampung KB yang digagas langsung oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut.

“Bojonegoro jadi satu – satunya kabupaten di Jawa Timur yang mencanangkan Kampung KB di 28 kecamatan sekaligus. Sebenarnya ini target 2017, namun Kabupaten Bojonegoro selangkah di depan dengan meresmikan Kampung KB di seluruh kecamatannya di tahun 2016,” ujarnya.

Program Kampung KB dilaksanakan untuk mendongkrak pencapaian program kependudukan, keluarga berencana dan ketahanan keluarga terutama di daerah – daerah miskin, terpencil atau perbatasan yang kurang mendapat akses pelayanan kesehatan. Melalui Kampung KB diharapkan capaian dan layanan program KB merata hingga ke desa – desa.

“Di Bojonegoro rata – rata sudah bagus, wilayah yang legok pun pencapaiannya sudah cukup baik. Namun unmetneed masih relatif tinggi diatas 20%, ini yang harus segera diupayakan bersama untuk diatasi” lanjut Dani.

Dusun Santren, Desa Bendo, dihuni 1.739 jiwa. Dari jumlah tersebut, 60,60% penduduknya sudah memiliki akte kelahiran. 63,27% dari 324 Pasangan Usia Subur (PUS) tercatat sebagai peserta KB, dengan prosentase penggunaan KB MKJP 19,41% dan unmetneed 20,68%. Penduduk usia 15-24 tahun yang berpendidikan terakhir sekolah dasar 31 orang, SMP 118 orang dan SMA 125 orang. Sedangkan Kelompok Tribina, PIK Remaja dan UPPKS sudah terbentuk.

Pencanangan Kampung KB di Dusun Santren diikuti kurang lebih 700 orang terdiri dari SKPD terkait, Camat, Kader PPKBD dan Kader Sub PPKBD Se-Kabupaten Bojonegoro. Tidak ketinggalan hadir Ketua Tim Penggerak PKK, Forum Pimpinan Daerah dan Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro.

Pada waktu bersamaan, Bupati juga menyerahkan secara simbolis dana bantuan dan piala bagi pemenang lomba Pidato Kependudukan Kategori SMP-SMA, Kategori Umum-Mahasiswa serta Lomba Stand Up Comedy Kependudukan Kategori SMP-SMA dan Kategori Umum-Mahasiswa Tahun 2016 se-Kabupaten Bojonegoro.

Sumber : Umum dan Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *