Seminar Mendobrak Fatalisme Remaja di Era Bonus Demografi Melalui Peran Para Pemuka Agama

Seminar Mendobrak Fatalisme Remaja di Era Bonus Demografi Melalui Peran Para Pemuka Agama

Selasa 25 Agustus 2015 Perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Timur menyelenggarakan seminar yang bertemakan Mendobrak Fatalisme Remaja di Era Bonus Demografi Melalui Peran Para Pemuka Agama bertempat di Gedung BAPPROV Jawa Timur, Surabaya.

Sikap fatalisme saat ini dapat dikatakan telah merusak dan merasuk ke alam bawah sadar para generasi muda Indonesia. Fatalisme adalah suatu faham yang beranggapan bahwa segala kejadian alam dan hidup manusia berada di luar kuasa manusia mengubahnya, dan berada dalam kuasa penuh suatu prinsip atau sebab mutlak yang disebut nasib, tanpa upaya untuk merubah nasib. Padahal untuk bebas dari kemiskinan, keterbelakangan, kelemahan harus diawali dengan kayakinan bahwa dia bisa menggapai sesuatu.

Sejak tahun 2012 lalu hingga 2035 nanti Indonesia
mendapatkan bonus demografi, yaitu periode jumlah tenaga kerja produktif jauh lebih banyak daripada tenaga non produktif. Ini artinya peranan generasi muda sekarang sangat penting.

25_IMG_9520

Dr. Sonny Harry B Harmadi, Ketua Umum Koalisi Kependudukan terkait dengan bonus demografi ini mengatakan bahwa eksistensi NKRI di masa mendatang sangat ditentukan cara pandang generasi muda terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya. Bonus demografi adalah ‘the window of opportunity’. Jika berhasil memanfaatkannya, maka kita akan dapat berhasil seperti negara Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Korea, dan lain-lain. Namun jika gagal, maka kita akan sangat berat memasuki tahapan berikutnya. Somalia adalah salah satu contoh gagalnya “bonus” demografi.

Dalam presentasinya Drs. H. Endro Siswantoro, MSi, Ketua FKUB Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa solusi terhadap sikap fatalisme ini adalah melalui pembangunan karakter. Pembangunan Karakter adalah upaya untuk mengembangkan perilaku/tabiat/akhlak yang lebih baik guna menjadi manusia yang berakhlak mulia dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Dr. H. Imam Mawardi, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dan pimpinan Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya pun menegaskan juga bahwa belajar agama yang benar sebagai solusi fatalisme remaja.

Kegiatan yang diikuti oleh antara lain pengurus dan anggota FAPSEDU Propinsi Jawa Timur, pengurus dan anggota FKUB Propinsi Jawa Timur serta perwakilan dari tiap Kabupaten Kota se-Jawa Timur, Koalisi Kependudukan Propinsi Jawa Timur, Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia Cabang Jawa Timur, SKPD KB Kabupaten/Kota, dan Juang Kencana ini bertujuan memperkuat peran para pemuka agama dalam memobilisasi umat demi mempercepat misi negara untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas tinggi, maju dan sejahtera dengan memanfaatkan peluang bonus demografi.

25_IMG_9518

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *