Siap Laksanakan SDKI 2012

Siap Laksanakan SDKI 2012

“Jawa Timur siap melaksanakan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, kesiapan ini ditandai dengan diadakannya pemantapan pelaksanaan SDKI Jawa Timur, di ruang LIBI Perwakilan BKKBN Jatim, baru-baru  ini untuk para PLKB dan PKB dari 34 Kabupaten Kota yang menjadi sasaran pengumpulan data”  ujar Kepala Bidang  Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Jatim  Dra. Suhartuti, MM.

Menurut Suhartuti,  pengumpulan data untuk SDKI 2012 akan diadakan mulai tanggal 7 Mei sampai dengan 31 Juli 2012, dan hasilnya sudah bisa diperoleh pada akhir tahun ini. Pengambilan data akan dilakukan di 34 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 84 Blok Sensus atau desa, dengan masing-masing blok sensus terdiri dari 25 rumah tangga.

Dijelaskan Suhartuti, tujuan SDKI 2012 adalah untuk menyediakan data mengenai fertilitas, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, kematian ibu dan anak, pengetahuan tetang AIDS dan IMS, selain itu juga untuk mengukur perubahan  yang terjadi pada angka kelahiran dan pemakaian KB, mengukur pencapaian program kesehatan nasional, mengukur partisipasi dan penggunaan pelayanan kesehatan oleh wanita juga pria dan menyediakan data dasar kependudukan dan kesehatan untuk keterbandingan internasional.

Dari pelaksanaan SDKI nanti diharapkan akan menghasilkan indikator kelahiran yang terdiri dari TFR, ASFR, rata-rata anak lahir hidup, rata-rata anak masih hidup, hingga usia kawin pertama.  Indikator kematian mengenai kematian perinatal, kematian neonatal, kematian pos neonatal, kematian bayi, kematian anak, kematian balita, kematian dewasa dan kematian ibu. Indikataor KB berkatian dengan pengetahuan tentang KB, pemakaian KB masa kini, tingkat putus pakai KB, sumber informasi KB, sumber pelayanan KB , dan kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi.  Indikator kesehatan Ibu terdiri dari pemeriksaan kehamilan, tempat persalinan dan penolong persalinan.  Juga mengenai imunisasi, penyakit anak, dan pemberian ASI, cakupan imunisasi anak usia 12 -23 bulan, cakupan imunisasi anak 12 – 59 bulan, prevalensi ISPA, prevalensi diare, pemberian ASI dini dan lama pemberian ASI, hingga frekuensi Pemberian ASI. Terakhir indikator mengenai pengetahuan tentang HIV/AIDS dan IMS.

“Pemantapan ini untuk menyiapkan segala sesuatunya, seperti masalah administrasi agar lengkap” imbuh Suhartuti.  Seperti diketahui pelaksanaan SDKI dilakukan secara berkala  4 tahun sekali, terakhir dilaksanakan tahun 2007. (AT/Humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *