Situbondo Meriahkan Puncak Acara Hari Keluarga Jawa Timur dengan Pawai Budaya

Situbondo Meriahkan Puncak Acara Hari Keluarga Jawa Timur dengan Pawai Budaya

Puncak acara peringatan Hari Keluarga Provinsi Jawa Timur akan diadakan di Situbondo pada tanggal 16 Juli 2011. Demikian dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ibu Djuwartini,  SKM, MM setelah rapat koordinasi dalam rangka menyambut peringatan hari keluarga. Rapat  dihadiri  Tim Penggerak PKK Jatim, Tim Penggerak PKK Situbondo, Bupati Situbondo, Asisten III Pemprov Jatim dan jajaran SKPD terkait, baru-baru ini di kantor Perwakilan BKKBN Jl. Airlangga Surabaya.

Dalam puncak acara peringatan yang diperkirakan  dihadiri oleh 4000 undangan,  dengan pemimpin upara Bapak Gubernur Jawa Timur DR. H Soekarwo, akan ikut sebagai peserta upacara adalah jajaran TNI/Polri.

“Keikut sertaan TNI dan Polri merupakan hal yang luar biasa” ujar Ibu Djuwartini, SKM, MM.

Perayaan Hari Keluarga tingkat Provinsi Jawa Timur di Situbondo juga akan dimeriahkan dengan pawai budaya.

“Situbondo agaknya akan membuat semeriah mungkin perayaan hari keluarga tahun ini. Segala potensi  dikerahkan, termasuk potensi budaya yang  dihelat dalam pawai budaya. Pawai budaya akan di berangkatkan oleh Bapak Gubernur seusai upacara Hari Keluarga di alun-alun Sitiubondo” imbuh Ibu yang murah senyum itu.

Ditambahkan, peringatan hari keluarga di Situbondo diberi tajuk Sepekan di Situbondo atau disingkat dengan Sepasi. Untuk mengisi Sepasi ini diadakan berbagai macam kegiatan seperti wayang orang, ludruk, festival band, gerak jalan santai, sepeda sehat, pencak silat, khitanan masal serta pameran produk unggulan dan pemutaran film.

Dalam upacara nanti juga akan diserahkan penghargaan dari MURI atas keberhasilan Situbondo membuat rekor MOP baru, MURI untuk pemasangan IUD dan MURI pemasangan implant yang dilakukan Bojonegoro. Penghargaan-penghargaan lain juga akan diberikan kepada para pemenang berbagai macam lomba yang diadakan untuk memeriahkan Hari Keluarga ke XVIII- 2011.

Ibu Djuwartini, SKM, MM tidak lupa dalam kesempatan peringatan Hari Keluarga Ke XVIII ini mengajak seluruh keluarga di Jawa Timur untuk tetap menyadari bahwa keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil yang merupakan wahana pendidikan yang pertama dan utama. Sebagai orang tua agar terus berkarya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, memberikan perhatian dan mendidik anak-anak dengan kasih sayang dan kearifan budaya. Jangan dididik anak dengan kekerasan. Anak-anak yang terbiasa dengan kasih sayang akan menjadi anak-anak yang memiliki budi pekerti luhur dan penuh kasih. Pendekatan seperti ini harus dilakukan oleh setiap keluarga. (at/sgt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *