Struktur Baru, Perwakilan BKKBN Jatim Kembangkan Managemen Dengan Hati

Struktur Baru, Perwakilan BKKBN Jatim Kembangkan Managemen Dengan Hati

Sejak Jumat 22 Juli 2011, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur memasuki era baru dengan  menerapkan struktur organisasi sesuai dengan undang-undang yang ada. Era  baru ini  ditandai dengan pelantikan secara besar-besaran  pejabat Eselon III dan IV sebanyak 34 pejabat struktural dilingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan Pejabat Struktural di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB Malang serta Jember.

Pelantikan dilakukan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Djuwartini, SKM, MM bertempat di gedung Lestari BK
KBN Prov. Jatim Jl. Airlangga Surabaya (22/7).

Undang-undang yang melandasi pembentukan struktur baru tersebut yakni  UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2010, tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional yang dijabarkan dalam Perka Kepala BKKBN Nomor 82/PER/B5/2011 Tentang Organisasi dan Tata Kerj
a Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi serta Nomor 92/PER/B5/2011 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Dalan susunan struktur baru ini ada bidang yang ganti nama, dihapus dan ada pula bidang bentukan baru. Misal,  bidang Supervisi dan IKAP dihilangkan, sedang yang ditambah adalah bidang Kependudukan dan Adpin. Bagian  yang lain hanya bongkar pasang untuk mengisi jabatan kosong yang ditinggal pensiun atau pindah jabatan.

“Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu,  serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan,” tandas Djuwartini, SKM, MM dalam sambutannya. Ditambahkan bahwa pelantikan pejabat baru diperlukan untuk menyesuaikan dengan perubahan struktur organisasi yang sudah berganti menjadi Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Dalam upaya mencapai Visi Penduduk Tumbuh Seimbang 2015 dan Misi Mewujudkan Pembangunan yang berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, Djuwaratini, SKM, MM merasa perlu mengembangkan managemen hati untuk jajarannya  yang sudah kuat, agar menjadi lebih kokoh lagi. Managemen hati ini dikembangkan dengan harapan karyawan dan karyawati dilingkungan yang dipimpinnya akan lebih amanah, lebih ikhlas, tawakal, mau kerja lebih keras, harmonis, saling percaya, saling membantu, dedikasi dan  loyalitas kerja yang tinggi, cerdas, ulet dan kemitraan.

Sebagai langkah awal managemen hati, pada akhir Juli 2011 ini para pejabat dilingkungan BKKBN akan mengikuti pelatihan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) selama tiga hari. (at).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *