Tahun 2012, 37 Kabupaten Kota se Jawa Timur Dapat Kucuran DAK

Tahun 2012, 37 Kabupaten Kota se Jawa Timur Dapat Kucuran DAK

“Tahun 2012 ini, 37 Kabupaten Kota di Jawa Timur dipastikan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK). Kota Kediri satu-satunya yang tidak menerima DAK dikarenakan fiskalnya sudah tinggi.” ulas Kepala Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pada acara Pertemuan Sosialisasi Pengelolaan DAK Bidang KB Tahun 2012 di Ruang Lestari, Kamis (19/01). Alokasi DAK Bidang KB yang umumnya bersifat fisik, tentunya sangat diperlukan dalam implementasi program KB, terutama bagi pengelola program KB di lini lapangan. Melalui DAK diharap dapat berujung pada tercapainya sasaran program Kependudukan dan KB hingga di tingkat daerah secara efektif dan efisien.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM dalam arahannya menyampaikan,  BKKBN telah mendapatkan dukungan pembiayaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Bidang KB sejak tahun 2008  dan terus berlanjut hingga pada tahun 2012.   ”Dukungan pembiayaan ini digunakan untuk membantu SKPD-KB kabupaten/kota dalam penyediaan sarana dan prasarana fisik pelayanan KB.” jelas beliau.

Terkait dengan RKP Tahun 2012, Djuwartini menjelaskan, guna mencapai RKP tersebut ditetapkan program prioritas untuk Dana Alokasi Khusus Bidang Keluarga Berencana Tahun 2012 adalah untuk peningkatkan mobilitas dan kapasitas tenaga PKB/PLKB dan PPLKB dalam pembinaan dan penyuluhan KB;  peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB, terutama bagi keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I (keluarga miskin); intensifikasi Advokasi dan KIE; dan peningkatan sarana pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.

Pertemuan bersama Sekretaris dan Penyusun Laporan SKPD KB Kabupaten Kota se Jawa Timur ini membahas dua kegiatan pokok yaitu Evaluasi DAK Bidang KB  tahun 2011 dan Sosialisasi Petunjuk Teknis Pengelolaan DAK Bidang KB Tahun 2012.Ditegaskan oleh Djuwartini, pertemuan ini penting dilaksanakan dalam rangka peningkatan kuantitas dan kualitas pengelolaan DAK Bidang KB antara lain melalui kegiatan pelaporan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan DAK Bidang KB Tahun 2011 dan Sosialisasi Petunjuk Teknis DAK Bidang KB serta perencanaan distribusi penggunaan DAK Bidang tahun 2012. Hal ini juga harus didukung dengan tersedianya databasis perencanaan DAK Bidang KB. Oleh karena itu Djuwartini juga menghimbau sekretarisdan penyusun laporan di tingkat kabupaten kota yang  merupakan penanggungjawab data dan informasi di masing-masing daerahnya melakukan update data basis DAK Bidang KB dan segera melaporkan ke Sekretaris Perwakilan BKKBN Jatim untuk perencanaan  DAK Bidang KB tahun berikutnya.

Dengan kegiatan ini diharapkan perencanaan dan pendistribusian kebutuhan sarana dan prasarana fisik pelayanan KB dalam  mendukung pelaksanaan operasional pembangunan KKB di Kabupaten/Kota tepat sasaran. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *