Talk Show BKKBN Jatim, “Perlunya Keluarga Berdampingan Dengan Covid 19”

Surabaya (4/6/2020) – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur gelar acara talk show dengan tema “Perlunya Keluarga Berdampingan dengan Covid 19.” Kamis (4/6/2020) pukul 13.20 Wib. Acara yang gelar di studio kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, jalan Airlangga 31-31 Surabaya, Jawa Timur, menghadirkan dua nara sumber yakni, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., dan Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, S.E., M.A.P.

Dalam kesempatan itu, Arzeti Bilbina mengatakan, “Sampai kapan pandemi ?, pertanyaan itu tidak bisa terjawab dan tidak ada yang bisa menjawab. Ini ujian bagi seluruh bangsa, dan seluruh negara. New normal langkah pasti dari Pemerintah memberi semangat masyarakat. Saatnya tidak memangku tangan, tidak terpuruk dalam perekonomian. Kembali bekerja tetapi harus menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.”

“New normal bisa berjalan akan terlihat dari hasil survey. Jika survey menyatakan pandemi menurun, maka new normal berjalan baik,” ungkap Arzety.

Terkait New Normal dan hidup berdampingan dengan Covid 19, pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur menjelaskan, “Istilah New Normal dan hidup berdampingan dengan Covid 19 bukan berarti kita merayakan atau euforia. WHO mengatakan secara medis virus Corona tidak bisa hilang di muka bumi. Yang sehat dan yang sakit bisa terkena virus.”

“Jadi penerapan New Normal bekerja seperti sebelum adanya virus, tetapi tetap jaga jarak, memakai masker, menjaga kebersihan diri, protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” ungkap pak Teguh.

Di Jawa Timur, 5 persen dari jumlah total pasien terpapar virus Corona, anak-anak terpapar Covid, pak Teguh menjelaskan, “Untuk pencegahan, fungsi keluarga dijalankan, yakni keluarga harus saling mengingatkan, mematuhi anjuran pemerintah. Anak-anak di ingatkan pada saat pakai masker tidak boleh dilepas, sering lakukan cuci tangan.”

Dari isu yang beredar, terkait Drop Out (DO) peserta KB yang naik di Jawa Timur, dan langkah yang ditempuh untuk menekan DO peserta KB, pak Teguh menyampaikan langkah-langkah BKKBN Jatim. “Jawa Timur bulan Februari Drop Out peserta KB sebesar 1,13 persen, bulan Maret naik menjadi 4,8 persen, dan bulan April 7,7 persen. Drop Out itu terjadi tidak hanya karena pandemi, tetapi karena peserta sudah tua, ataupun adanya perceraian, dan peserta pindah rumah diluar Jawa Timur,” tambah pak Teguh.

“Langkah BKKBN Jatim yang sudah dilakukan untuk mencegah drop out peserta KB adalah dengan Kampanye cegah situs pakai KB, dengan tagline Tunda Kehamilan Sampai Pandemi Berakhir. Bidan dan Petugas Lapangan KB (PL KB) menyarankan peserta KB untuk memakai alat kontrasepsi jangka pendek, antara lain pil KB, kondom dan suntik,” ungkap pak Teguh. Pak Teguh menjelaskan, dimasa pandemi BKKBN Jatim menggunakan teknologi informasi dalam pelayanan ke masyarakat, melakukan gerakan Rabu berbagi, sambil berbagi juga mengingatkan jangan lupa KB kepada Masyarakat, dan memberikan bantuan APD kepada bidan mandiri.

Diakhir acara, Arzety mengatakan mengapresiasi langkah BKKBN Jatim dengan memberi APD kepada bidan. Dan beberapa langkah BKKBN Jatim menggunakan teknologi dalam pelayanan KB. Pak Teguh juga mengingatkan dan menganjurkan Tetap jaga diri, keluarga, laksanakan anjuran protokol kesehatan dari pemerintah, jangan putus KB, supaya tidak terjadi fenomena Baby Boom. (@red – sindikatpost)