Talkshow Kopilaborasi, Kaper BKKBN Jatim: Kita Harus Kompak Memberi Pemahaman Covid 19 Kepada Masyarakat

Surabaya – Talkshow Kopilaborasi (Ngopi dan Kolaborasi Serap Aspirasi) bertema “Kesiapan Jawa Timur Dalam Masa Transisi Menuju New Normal Life” digelar di kantor Diskominfo Jatim jalan Ahmad Yani 244 Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6/2020). Acara talkshow ini juga menjadi Komitmen bersama untuk mengedukasi masyarakat antara Diskominfo, Bakorwil, BKKBN, Akademisi, Satgas Covid 19 dan para seniman.

Acara Talkshow Kopilaborasi dipandu oleh Septi D. Ajeng menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Kepala Dinas Kominfo (Komunikasi dan Informatika) Provinsi Jawa Timur, Drs. Benny Sampirwanto, M.S.i., Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Jawa Timur, Dr Joni Wahyuhadi, S.P., B.S., dan Wakil Rektor IV Unitomo Surabaya, Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M.

Dalam acara yang membahas tentang langkah persiapan Provinsi Jawa Timur dalam era kehidupan New Normal atau tatanan baru, Benny Sampirwanto menjelaskan bahwa upaya pemerintah menyampaikan bahaya Covid 19, antara lain melalui media mainstream, media online dan media sosial perlu didukung melakukan memberikan pengetahuan dan menyampaikan langsung ke masyarakat melalui mobil operasional yang dimiliki BKKBN dan Diskominfo.

“Pemikiran-pemikiran Covid yang dianggap tidak penting itu tidak benar. Supaya data kita up date, tadi pagi saya melihat worldometers.com itu informasi tentang Covid di dunia. Hari ini yang terkena Confirm Covid sebanyak 8,5 juta didunia, yang meninggal 445,1 ribu yang meninggal, kemudian yang sembuh 4,92 juta. Itu menunjukan bahwa penyakit ini harus kita seriusi bersama, jangan ada lagi bahasa bahwa Covid tidak berbahaya,” ungkapnya.

“Satu-satunya yang melindungi kita adalah menjalani SOP Kesehatan, karena vaksinnya belum ada, dan vaksin itu diperkirakan ada akhir tahun 2021. Selama vaksin belum ada, satu-satunya tindakan kita adalah disiplin menjalankan SOP Kesehatan, antara lain memakai masker dan menjaga jarak, serta bahagia, karena bahagia bisa meningkatkan imun kita,” tambah Benny.

“Persiapan menuju New Normal harus dilalui dengan melakukan protokol kesehatan, dan itu harus disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dr Joni di kesempatan itu menjelaskan pemerintah harus melakukan edukasi tentang bahayanya Covid 19.

“Melakukan edukasi memang sangat sulit, karena virusnya tidak keliatan. Sehingga tidak merasakan sendiri, atau disekitarnya ada pasiennya terkena Covid, yang merasakan panas, batuk, sesak, atau seminggu meninggal, itupun ada masyarakat bilang bukan karena Covid. Saya punya foto dirumah sakit, bagaimana penderitaan kawan-kawan yang menderita Covid. Dan ada hasil torak fotonya, ada hasil laboratoriumnya, dan hasil lainnya yang menyokong kalau itu terkena Covid,” ungkap Dr Joni.

“Banyak sekarang yang tidak percaya Covid, ada kejadian jenasahnya diambil paksa di rumah sakit. Kalau hal itu kita biarkan. Dan ada masyarakat memandikan jenasah, pasti akan sakit. Dari kejadian-kejadian itu, bisa dikaji dan mencari metode cara memberitahu kepada masyarakat bahwa Covid 19 sangat berbahaya,” tambahnya.

“Jika kita pingin hidup normal, kita harus melalui proses, menjalankan protokol kesehatan. Ibarat ulat menjadi kupu-kupu indah, harus melalui proses menjadi kepompong, emang berat menjadi kepompong tetapi harus dilewati. Sama halnya kita, proses harus dilewati sehingga kita bisa hidup normal lagi,” pungkas Dr Joni.

Sukaryo Teguh Santoso menjelaskan bahwa melakukan pemahaman tentang Covid 19 dan pencegahannya menjadi prioritas BKKBN Jawa Timur.

“Memahamkan keluarga dan masyarakat seputar Covid 19, itu prioritas bagi kami BKKBN Jawa Timur. Apa itu Covid, bagaimana mencegahnya. Dan perlu dipantau apakah masyarakat betul apa tidak menjalankan rambu rambu  pencegahan Covid 19,” tuturnya.

“Yang penting adalah sinergi, seperti konteksnya dibahas hari ini. Bagaimana kita bareng-bareng menangani dan memberi edukasi kepada masyarakat terkait Covid 19, dan juga bagaimana memantau masyarakat dan keluarga didalamnya. Bareng-bareng ini menjadi kekuatan kita bersama, dan itu harus terlihat oleh masyarakat. Biasanya masyarakat melihat kita kompak, biasanya masyarakat juga akan kompak,” tambah pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Pak Teguh dalam kesempatan itu berpesan, jaga kesehatan, ibu hamil harus betul-betul direncanakan, dan jika bisa ditunda dulu kehamilan sampai dengan pandemi Covid 19 selesai. (@red-sindikatpost)