Tingkatkan Akselerasi Pencapaian Program KKBPK, BKKBN Gelar Pelatihan Renstra dan Advokasi Terapan

Tingkatkan Akselerasi Pencapaian Program KKBPK, BKKBN Gelar Pelatihan Renstra dan Advokasi Terapan

Mulai hari ini (6/10) hingga Sabtu (11/10), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur mengadakan pelatihan rencana strategis dan advokasi terapan bagi pengelola program KKB Kabupaten/Kota Tahun 2014. Peserta pelatihan kali ini berasal dari berbagai elemen. Mulai dari pihak perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur serta mira kerja BKKBN tingkat provinsi.
Pelaksanaan pelatihan ini juga merupakan bentuk pelaksanaan program KKB Kencana. KKB Kencana telah dilaksanakan mulai tahun 2013 dengan lokasi 4 provinsi yakni: Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur. Lalu, pada tahun 2014, program ini dikembangkan menjadi 8 provinsi. Diantaranya, 4 provinsi yang sudah diterapkan pada 2013, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua. Untuk Jawa Timur, sebanyak 10 kabupaten akan dilakukan Uji Coba KKB Kencana.
Dalam pembukaan pelatihan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com memberikan sambutannya. Ia memaparkan bahwa saat ini pencapaian Total Fertility Rate (TFR) di Jawa Timur adalah sebesar 2,1 per wanita dan sudah sesuai dengan target MDG’s. Namun, ia mengajak semua komponen agar terus menjaga angka fertilitas yang sudah cukup baik tersebut.
Selain itu, ia menuturkan bahwa Jatim merupakan provinsi penyangga program KKBPK di Indonesia. Oleh karena itu, Jawa Timur terpilih menjadi KKB Kencana dimana tujuannya adalah untuk menurunkan fertilitas dan unmet need dan meningkatkan CPR.
Program ini penting dilaksanakan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perencanaan dan advokasi program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi stakeholder, pengelola program KKB dan mitra kerja tingkat provinsi serta Kabupaten/Kota. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan akselerasi pencapaian program KKBPK di masing-masing Provinsi KKB Kencana bagi para stakeholder, pengelola program KKB dan mitra kerja tingkat provinsi serta Kabupaten/Kota.
Program ini didasarkan pada kondisi program KKBPK yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. Dimana sasaran strategis akhir 2014 adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) diharapkan menjadi 1,1%, TFR menjadi 2,1 per wanita dan Net Reproductive Rate (NRR) = 1, serta Contraceptive Prevelance Rate (CPR) sebesar 65%. Pasalnya, berdasarkan hasil SDKI 2012, TFR Indonesia masih stagnan dalam 10 tahun terakhir di angka 2,6 per wanita. Lalu, capaian CPR cara modern yang masih berada pada angka 57,9% pada tahun 2012 yang berarti hanya meningkat 0,04% dari SDKI 2007.
Sumber: ADPIN JATIM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *