Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Era JKN, BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Bagi Seluruh SKPD KB di Jatim

BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Bagi Seluruh SKPD KB di Jatim

Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Era JKN, BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Bagi Seluruh SKPD KB di Jatim

BKKBN Jatim – Sebanyak 38 Kepala Bidang KB di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) KB di Jawa Timur mengikuti Sosialisasi Peningkatan Kualitas Penggerakan Pelayanan KB Era JKN-BPJS, Jum’at (06/02) di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Ada beberapa materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut. Diantaranya, Kebijakan Program KB dan KR di Era JKN Tahun 2015, Pola Pembiayaan Penggerakan dan Pelayanan KB di Era JKN Tahun 2015 dan Penggerakan Akseptor KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran.

Memasuki tahun 2015, terdapat banyak sekali perubahan strategis tentang pengelolaan program KB baik di tingkat provinsi maupun kab/kota, khususnya bagi penggerakan calon akseptor KB MKJP. Selain itu, belum maksimalnya pelayanan KB di era JKN sera masih lemahnya penggerakan akseptor KB pasca persalinan dan pasca keguguran menjadi isu utama yang mengubah paradigma serta pola pengelolaan Program KB di tahun 2015. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan akan dapat disosialisasikan pola penggerakan pelayanan KB di era JKN, terselesaikannya permasalahan yang muncul di lapangan terkait program KB di era JKN, serta terlaksananya penggerakan pelayanan KB era JKN di kab/kota sesuai dengan perubahan yang baru.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN Pusat, Ir.Ambar Rahayu, MNS turut hadir serta memberikan beberapa pengarahan secara langsung kepada para undangan. Ia menjelaskan, kewajiban BKKBN serta jajaran SKPD KB di kab/kota adalah untuk meyakinkan akseptor bahwa pelayanan KB bisa dicover oleh BPJS. Klinik-klinik yang ada harus bekerjasama dengan BPJS agar bisa mendapatkan klaim.

Pejabat berkacamata ini juga menitipkan dua pesan kepada seluruh SKPDKB di daerah yakni untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan KB serta alat kontrasepsi harus dicukupi. Sehingga diharapkan bisa memperlancar dan meningkatkan pelayanan KB di era JKN.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pada kegiatan Pendataan Keluarga tahun 2015 mendatang diharapkan juga bisa diketahui tentang data keluarga yang sudah terdaftar BPJS dan belum terdaftar BPJS.

Pada siang itu, Sestama juga membuka dialog langsung dengan para undangan. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan secara langsung dan juga ada yang memberikan saran bagi BKKBN. Sehingga melalui dialog secara langsung ini bisa diketahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan dan bisa dirumuskan solusi yang tepat dan bijak kedepannya.

sumber: Bidang ADPIN BKKBN Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *