Tingkatkan Kesertaan Ber-KB, PLKB Dibekali BCC

Tingkatkan Kesertaan Ber-KB, PLKB Dibekali BCC

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian, karena atas jasa Bapak Ibu sekalian Jawa Timur bisa sukses dalam program KB seperti sekarang ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.”

Demikian disampaikan oleh Plt. Kepala BKKBN Jatim Dra. Suhartuti, MM saat membuka  Workshop Peningkatan Kapasitas Komunikasi Perubahan Perilaku bagi Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB se Jawa Timur di Hotel Oval, Surabaya, 21 Nopember 2013.

“Atas KIE (komunikasi, informasi, edukasi) yang dilakukan bapak ibu sekalian, sebagian besar PUS di Jawa Timur sudah tau apa itu KB, hanya saja yang menjadi tugas berat kita sekalian yakni masih sebagian dari PUS yang mengerti KB tersebut yang mengikuti KB secara moderen” tandas Dra. Suhartuti, MM.

Untuk itu, menurut  Dra. Suhartuti, para petugas lapangan harus  meningkatkan kinerjanya supaya cakupan kesertaan KB tersebut bisa lebih baik lagi, sudah barang tentu agar bisa menjangkau ke pelosok desa harus merangkul  para kader PPKBD dan Sub PPKBD.

Sementara itu Kabid Adpin Waluyo Ajeng L, SSt, MM melaporkan bahwa workshop untuk PKB dan PLKB merupakan tindak lanjut kegiatan nasional yang dilaksanakan beberapa angkatan, kali ini diikuti oleh 80 orang peserta se Jawa Timur. Workshop yang membahas Behavior Change Communication (BCC) ini diharapkan akan mampu meningkatkan pemahaman Penyuluh KB (PKB), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), Bintara Pembinasa Desa Pesisir (Babindesir) tentang komunikasi perubahan perilaku. Juga untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh KB (PKB), (Bintara Pembina Desa (Babinsa), (Babinsa Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), (Bintara Pembinasa Desa Pesisir (Babindesir) dalam melakukan komunikasi perubahan perilaku.

Perlu diketahui, kegiatan KIE program KKB dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga, Pasangan Usia Subur (PUS), Wanita Usia Subur (WUS) dan remaja tentang program KKB sehingga memiliki sikap positif dan mau berpartisipasi dengan menunda pernikahan (remaja) dan menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan maupun menjarangkan kelahiran. Sedangkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku sasaran KIE (PUS, WUS, remaja, dan keluarga) diperlukan kegiatan advokasi untuk menciptakan dukungan, membangun konsensus, dan mendorongiklim yang kondusifdan mendukungterhadap perubahan perilaku yang diharapkan dari sasaran KIE. Agar kegiatan advokasi dan KIE berjalan optimal, diperlukan dukungan sumberdaya advokasi dan KIE yang kompeten.

Sampai saat ini pengetahuan tentang kontrasepsi belum diikuti dengan peningkatan perilaku dalam ber-KB, terutama pemakaian alat atau cara kontrasepsi moderen. Secara nasional, pengetahuan masyarakat tentang program KB mencapai 99 persen, tetapi hanya diikuti oleh perilaku ber-KB (memakai kontrasepsi modern) 57,9 persen. Artinya, kurang lebih setengah di antaranya hanya sebatas tahu. Kondisi tersebut berdampak pada pencapaian indikator kinerja program pembangunan kependudukan dan KB terutama dalam upaya menurunkan angka fertilitas. Akibatnya angka kelahiran total (TFR) pun mengalami stagnan. Oleh karena itu perlu dilakukan strategi dan upaya komunikasi yang memungkinkan sasaran atau audience agar tidak sekadar tahu tentang informasi KKB, tetapi mampu mempengaruhinya sehingga ikut KB. Selain dengan mengubah strategi penggunaan media dari above the line media (media lini atas) menjadi below the line media (media lini bawah), juga dilakukan peningkatan kompetensi pengelola dan pelaksana program KKB agar terampil melakukan komunikasi yang dapat mengubah perilaku sasaran melalui Workshop Komunikasi Perubahan Perilaku atau Behavior Change Communication (BCC). Komunikasi perubahan perilaku sendiri merupakan pengembangan teknik komunikasi yang menggunakan berbagai saluran (media) untuk memperbaiki perilaku, khususnya perilaku kesehatan masyarakat dalam hal ini adalah perilaku ber-KB. (AT/Humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *