TP PKK Ujung Tombak Penguatan Ekonomi Perempuan

TP PKK Ujung Tombak Penguatan Ekonomi Perempuan

Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan ujung tombak pemerintah dalam menyukseskan program penguatan ekonomi perempuan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat pelantikan ketua TP PKK Jatim dan ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim masa bhakti Tahun 2014-2019, Dra. Hj. Nina Soekarwo oleh Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (12/2).

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, kemiskinan perempuan menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. Ini karena kemiskinan perempuan turut mempengaruhi kualitas hidup anak-anak yang menjadi harapan masa depan bangsa.

Guna mengatasinya, Pakde Karwo menempatkan penguatan ekonomi perempuan dalam prioritas program pembangunan Jatim tahun 2014-2019 dan menggandeng berbagai pihak, baik swasta, BUMN dan BUMD, dan TP PKK untuk menyukseskan program tersebut.

Pria yang juga Ketua Pembina TP PKK Jatim itu optimis TP PKK dapat menjadi ujung tombak dalam penguatan ekonomi perempuan. Sebab kinerja TP PKK dalam lima tahun terakhir terbukti berhasil meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan.

Keberhasilan TP PKK diantaranya adalah melalui program Keluarga Berencana. Berkat kontribusi TP PKK, Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 0,69, angka fertilitas total (TFR) atau angka kesuburan perempuan hanya 1,75. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI di Provinsi Jatim menjadi 97,43 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB di Jatim menjadi 25,95 /1.000 kelahiran, seluruhnya berada di bawah angka nasional pada tahun 2012.

Berbagai keberhasilan tersebut berbuah penghargaan dari pemerintah pusat, yang terbaru adalah menjadi Juara Umum dari pemerintah pusat melalui Badan Kesejahteraan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam Lomba Kesatuan Gerak (LKG) PKK tingkat nasional 2013.

Senada dengan Pakde Karwo, Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH mengatakan, TP PKK Jatim dibawah kepemimpinan Nina Soekarwo tak pernah absen memperoleh penghargaan dalam lima tahun terakhir. Ia minta prestasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

“Saya memberi apresiasi tinggi terhadap prestasi TP PKK Jatim, ini bukti TP PKK Jatim berhasil memberdayakan keluarga melalui gerakan PKK dengan berbagai program dan kegiatan. Terus lanjutkan dan tingkatkan prestasi ini demi kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum perempuan“ katanya.

Keberadaan PKK yang terbukti berhasil memberdayakan kaum perempuan semakin didukung pemerintah.  Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya Permendagri Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

“Kami harap dengan payung hukum yang baru ini kebijakan dan dukungan pemerintah semakin meningkat dan optimal“ katanya.

Terkait Dekranasda, Vita Gamawan Fauzi optimis kerajinan dan kesenian Indonesia, khususnya asal Jatim dapat menembus pasar dunia. Untuk mencapainya, dekranasda Jatim diminta terus melestarikan, menggali kearifan lokal, meningkatkan dan membina produk-produk unggulan melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif.

Ia mengaku, produk-produk asal Jatim sangat bagus kualitasnya. “Saya sangat cinta kerajinan asal Jatim. Salah satunya batik Madura yang saya kenakan pagi tadi dan jaket kulit asal Sidoarjo yang saya kenakan ketika berkunjung ke Italia. Kualitas dan modelnya tak kalah dengan produk eropa“ pujinya.

Pengangkatan Bude Karwo sebagai ketua TP PKK dan Dekranasda Jatim berdasarkan surat keputusan No. 04/Kep/PKK.PST/II/2014 tentang pemberhentian dan pengangkatan ketua TP PKK Jatim, dan surat keputusan No. 02/Dekran/SK/II/2014 tetntang pemberhentian dan pengangkatan ketua Dekranasda Jatim ((AT/Humas BKKBN Jatim).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *